![]() |
| Anggota Polsek Sungai Kakap yang mendatangi lokasi kejadian siswi MTs yang mengakhiri hidupnya. Kamis (22/01/2026).SUARANUSANTARA/SK |
Kapolsek Sungai Kakap Ipda Dollas Zimmi Saputra Nainggolan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan warga dan segera melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.
“Benar adanya. Kejadiannya pada hari Kamis tanggal 22 Januari di rumah korban,” kata Ipda Dollas kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Hingga saat ini, polisi masih mendalami sejumlah dugaan yang mengemuka. Informasi awal menyebutkan korban diduga mengalami tekanan psikologis karena rasa malu akibat kesalahan di sekolah. Di sisi lain, beredar pula informasi mengenai dugaan perundungan (bullying) yang dialami korban.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap Ipda Adrianus Ari menegaskan seluruh dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Informasi sementara, korban merasa malu karena melakukan kesalahan di sekolah. Dugaan lain masih kami dalami,” ujarnya.
Ari menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan adanya seorang warga yang meninggal dunia pada Kamis pagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, tim identifikasi Polres Kubu Raya bersama Polsek Sungai Kakap tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pendokumentasian.
Tim gabungan kemudian memeriksa sejumlah saksi, termasuk ibu korban M (41) dan kakak korban R (19). Sementara itu, ayah korban diketahui sedang berada di Kabupaten Ketapang untuk bekerja.
Berdasarkan keterangan ibu korban, pada Rabu malam (21/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, korban tampak murung dan tidak seperti biasanya.
“Ibu korban melihat raut wajah korban tidak bersemangat, lalu menanyakan penyebabnya,” jelas Ari.
Korban kemudian bercerita bahwa dirinya melakukan kesalahan di sekolah dan dipanggil oleh guru. Karena peristiwa tersebut diketahui teman-temannya, korban merasa malu. Ibu korban menyarankan agar masalah itu diselesaikan keesokan harinya di sekolah. Setelah berbincang, keduanya kemudian beristirahat.
Sementara menurut keterangan kakak korban, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, ia baru tiba di rumah sepulang kerja dan menemukan adiknya dalam kondisi tergantung di pintu kamar.
“Kakak korban langsung membangunkan ibunya dan berinisiatif membuka tali serta menurunkan korban,” ungkap Ari.
Dalam proses olah TKP, petugas juga menemukan selembar kertas berisi pesan terakhir yang ditinggalkan korban.
“Isi surat tersebut pada intinya menyatakan korban merasa malu untuk datang ke sekolah, meminta maaf kepada keluarga atas keputusan yang diambil, serta berpesan agar dimakamkan dengan layak,” kata Ari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut kepada media. Kepolisian menegaskan penyelidikan akan terus dilakukan guna memastikan seluruh fakta dan latar belakang kejadian.[SK]
