Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Bencana banjir kembali melanda sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir. Tingginya intensitas curah hujan yang disertai banjir rob menyebabkan genangan air meluas dan berdampak pada ribuan warga di berbagai daerah.
Kondisi banjir yang melanda di sejumlah kabupaten di kalbar beberapa waktu terakhir.SUARANUSANTARA/SK
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan banjir pertama kali dilaporkan terjadi di Kabupaten Sambas pada periode 2 hingga 5 Januari 2026. Peristiwa tersebut berdampak pada 406 kepala keluarga atau sekitar 1.724 jiwa yang berada di Desa Tempapan Hulu dan Desa Sajingan, Kecamatan Galing.
“Di Kabupaten Sekadau, banjir melanda Desa Melati dengan jumlah terdampak sebanyak 246 kepala keluarga atau 902 jiwa, serta 227 rumah terendam air,” ujar Daniel, Jumat (9/1/2026) siang.
Masih di wilayah Sekadau, banjir juga terjadi di Desa Mongko, Kecamatan Nanga Taman. Sebanyak 537 kepala keluarga atau 1.921 jiwa terdampak, dengan 227 unit rumah terendam. Sementara itu, di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, banjir berdampak pada 417 kepala keluarga atau 1.382 jiwa, dengan 350 rumah terendam.
Tidak hanya Sambas dan Sekadau, banjir juga melanda Kabupaten Melawi. Bencana berupa banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di Kecamatan Pinoh dan menerjang empat desa, yakni Desa Bata Luar, Maris Permai, Bina Jaya, dan Pelita Kenaya. Data sementara mencatat Desa Bata Luar terdampak 88 kepala keluarga atau 245 jiwa, Desa Maris Permai 55 kepala keluarga atau 160 jiwa, Desa Bina Jaya 45 kepala keluarga atau 120 jiwa, serta Desa Pelita Kenaya 51 kepala keluarga atau 172 jiwa.
“Selain itu, banjir bandang juga melanda Kecamatan Tanah Pinoh Barat yang berdampak pada enam desa, yaitu Desa Keluas Hulu, Harapan Jaya, Laja, Lintah Taum, Ulak Muid, dan Pelita Jaya,” jelas Daniel.
Sementara itu, di Kabupaten Melawi lainnya, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Balai Agas dan Desa Upit, Kecamatan Belimbing, serta Desa Bemban Permai di Kecamatan Ella Hilir. Hingga saat ini, data jumlah warga terdampak di wilayah tersebut masih dalam proses pendataan oleh BPBD setempat.
Banjir turut melanda Kota Singkawang akibat hujan deras yang diperparah dengan banjir rob. BPBD Kota Singkawang masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan, baik terhadap warga maupun infrastruktur.
Daniel menekankan pentingnya pembaruan data yang cepat dan akurat dari seluruh BPBD kabupaten/kota sebagai dasar penanganan lanjutan oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
“Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah diminta segera menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.[SK]