![]() |
| Kondisi SDN 16 Dadau Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas saat terendam banjir.SUARANUSANTARA/SK |
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, sebanyak 406 unit rumah warga terendam luapan air. Tidak hanya merendam permukiman, banjir juga mengganggu sektor pendidikan. Tercatat, tujuh fasilitas sekolah ikut terdampak sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terhenti.
Kepala Pelaksana BPBD Sambas, Alwindo, menyampaikan bahwa kondisi banjir di wilayah Kecamatan Galing kini telah berangsur surut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi banjir susulan.
“Situasi banjir di Galing dan Sijang saat ini Alhamdulillah sudah surut, namun warga kami imbau agar tetap waspada,” ujar Alwindo.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, potensi curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu kembali terjadinya banjir di wilayah rawan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga karena menurut data BMKG, ke depan masih ada potensi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, Alwindo menjelaskan bahwa BPBD Sambas telah turun langsung ke lapangan pada Rabu, 7 Januari 2026, untuk melakukan pemantauan serta pendataan dampak banjir. Pemantauan dilakukan di Dusun Dadau dan Dusun Semanas, Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing.
Selain pemantauan, BPBD Sambas juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada aparat dan perangkat desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“BPBD bersama OPD terkait juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir,” imbuhnya.
Alwindo turut mengingatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas agar mewaspadai kondisi dua hingga tiga hari ke depan. Hal ini menyusul terjadinya banjir cukup parah di Kabupaten Bengkayang, khususnya wilayah Suti Semarang, yang aliran airnya berpotensi mengarah ke Kabupaten Sambas.
“Aliran air dari Bengkayang otomatis mengarah ke Kabupaten Sambas, terutama Kecamatan Sejangkung. Kami terus memantau desa-desa yang setiap tahun berpotensi terdampak banjir,” pungkasnya.[SK]
