![]() |
| Musibah kebakaran yang terjadi di desa Padang Tikar dua kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya.SUARANUSANTARA/SK |
Camat Batu Ampar, Alfian, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan salah satu korban, listrik sempat padam sesaat sebelum kebakaran terjadi. Ketika korban keluar rumah untuk mengecek situasi, ia melihat kobaran api sudah muncul di bagian atas rumah.
“Menurut pengakuan korban, api berasal dari jaringan listrik yang tiba-tiba membesar dan langsung membakar bangunan tersebut,” jelas Alfian, Jumat (25/9/2025) pagi.
Api yang cepat membesar membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Dari data yang dihimpun, delapan bangunan yang terbakar terdiri dari rumah warga, pangkalan gas, bengkel sepeda motor, dan sebuah gudang kopra.
“Korban tidak ada yang bisa menyelamatkan harta benda karena kobaran api yang begitu besar. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ungkap Alfian.
Kondisi semakin sulit karena lokasi permukiman yang cukup padat dan jauh dari pusat pemadam kebakaran, sehingga proses pemadaman dilakukan secara manual oleh warga sekitar dengan peralatan seadanya.
Alfian menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait langkah penanganan pasca-kebakaran. Bantuan akan segera disalurkan melalui anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk meringankan beban para korban.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati dan diarahkan untuk segera mengajukan usulan bantuan agar cepat ditindaklanjuti oleh Pemkab,” kata Alfian.
Ia juga berharap masyarakat yang terdampak dapat tabah menghadapi musibah ini.
“Semoga bantuan yang diberikan nanti dapat sedikit meringankan beban para korban dan keluarga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, namun puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan usaha mereka akibat kebakaran ini. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.[SK]
