Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Kapal Angkatan Laut Jepang, JS Kunisaki, tiba di Dermaga Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kamis (10/9/2026), membawa bantuan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, saat menyambut kedatangan kapal Angkatan Laut Jepang, JS Kunisaki, Kamis (10/9/2026). SUARANUSANTARA/SK
Kedatangan kapal tersebut disambut Komandan Kodim (Dandim) 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini. JS Kunisaki merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Jepang kepada Indonesia dalam menghadapi ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kapal tersebut membawa tiga unit helikopter angkut berat CH-47 Chinook beserta personel pendukung. Kehadiran armada ini dipersiapkan untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla dari udara, khususnya melalui metode water bombing.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang diberikan Pemerintah Jepang dalam membantu penanganan bencana karhutla di Kalimantan Barat.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi tambahan kekuatan dalam menghadapi kondisi karhutla yang membutuhkan penanganan secara cepat, terukur dan dilakukan secara bersama-sama.
“Ini merupakan bentuk kerja sama dan solidaritas dalam menghadapi bencana Karhutla. Kami menyambut baik kedatangan saudara-saudara kita dari Jepang yang datang untuk membantu penanganan Karhutla di Kalimantan Barat,” ujar Dandim.
Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat serta berbagai pihak menjadi kekuatan penting untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mempercepat proses pemadaman.
Kehadiran bantuan dari Jepang diharapkan dapat semakin memperkuat operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Barat. Setelah melalui tahapan persiapan dan pengujian, helikopter CH-47 Chinook tersebut direncanakan digunakan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.
“Kita berharap dengan tambahan kekuatan ini, upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Barat dapat semakin maksimal. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh kekuatan yang ada dapat bersinergi untuk melindungi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.
Kedatangan JS Kunisaki sekaligus menjadi momentum yang menunjukkan kuatnya kerja sama dan solidaritas Indonesia-Jepang dalam menghadapi persoalan bencana dan lingkungan.
Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan Barat, sehingga kebakaran dapat segera ditangani dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan tidak semakin meluas.[SK]