Lima Desa Di Pulau Maya Kayong Utara Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Gunakan Air Parit

Sebarkan:

Warga Desa di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, terpaksa menggunakan air parit lantaran persediaan air bersih mereka telah habis akibat dampak kemarau panjang, Selasa (18/8/2026). SUARANUSANTARA/SK
Ketapang, Kalbar (Suara Nusantara) – Kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kalimantan Barat menyebabkan kekeringan ekstrem di Kabupaten Kayong Utara. Kecamatan Pulau Maya menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat semakin minimnya ketersediaan air bersih.

Sedikitnya lima desa di kecamatan tersebut dilaporkan mengalami krisis air bersih. Sumur-sumur warga mulai mengering, sementara cadangan air hujan yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga semakin menipis.

Kondisi paling memprihatinkan dirasakan masyarakat Desa Kamboje dan Desa Dusun Kecil. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa menggunakan air parit yang bercampur lumpur serta terdampak jerebu asap bekas kebakaran lahan.

Sementara untuk kebutuhan air minum, masyarakat selama ini masih mengandalkan air hujan yang ditampung. Namun, persediaan tersebut kini semakin menipis bahkan telah habis di sejumlah rumah tangga.

Salah seorang warga Desa Kamboje, Ujang, berharap Pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Selain bantuan air bersih, ia berharap pemerintah dapat membangun sumur bor sebagai solusi jangka panjang sehingga masyarakat memiliki sumber air yang lebih dapat diandalkan ketika musim kemarau kembali melanda.

Ujang juga meminta perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Pulau Maya turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih.

“Kalau sekarang ini, kami sangat perlu sekali air bersih. Sumur sudah kering. Air hujan yang dipakai selama musim panas ini juga sudah habis,” ujar Ujang, Selasa (18/8/2026).

“Terpaksa air parit yang bercampur lumpur dan debu asap bekas kebakaran dipakai untuk sehari-hari,” lanjutnya.

Berdasarkan laporan masyarakat, sedikitnya lima desa di Kecamatan Pulau Maya mengalami dampak kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih. Wilayah tersebut meliputi Desa Dusun Besar, Desa Dusun Kecil, Desa Kamboje, Desa Satai Lestari, dan Desa Tanjung Satai.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara, Alias Syahroni, mengatakan dampak kemarau saat ini dirasakan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Kayong Utara. Namun, kondisi Kecamatan Pulau Maya dinilai sebagai salah satu yang paling memprihatinkan.

“Desa di Kecamatan Pulau Maya merupakan wilayah yang terparah,” kata Alias.

Menurutnya, sumber air bersih masyarakat yang berasal dari sumur telah mengering. Sementara itu, cadangan air hujan yang selama ini menjadi andalan warga juga semakin menipis.

Karena itu, Alias meminta Pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera melakukan langkah penanganan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih.

Ia juga mendorong perusahaan dan investor yang beroperasi di wilayah Kayong Utara ikut berpartisipasi membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Pendistribusian air bersih sangat urgen buat masyarakat Pulau Maya saat ini. Saya juga berharap pihak swasta ambil bagian,” ujarnya.

Menurut Alias, sejumlah bantuan dari pihak swasta sebelumnya belum menjangkau masyarakat Kecamatan Pulau Maya. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan akses transportasi menuju wilayah tersebut.

“Memang Kecamatan Pulau Maya ini sulit akses jalur darat. Sehingga nanti dalam pendistribusian bantuan air bersih, Pemda berkolaborasi dengan pihak swasta, terutama investor besar di kawasan tersebut,” pungkasnya.

Hingga kini, masyarakat Pulau Maya masih berharap adanya distribusi air bersih sekaligus solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis akibat kemarau berkepanjangan.

Kondisi sumur yang mengering dan cadangan air hujan yang semakin habis membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak. Pemerintah daerah bersama pihak swasta diharapkan dapat segera berkolaborasi agar kebutuhan dasar masyarakat di lima desa terdampak dapat terpenuhi.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini