Peninjauan dilakukan menyusul kondisi kabut asap di Kota Pontianak yang dalam beberapa hari terakhir memburuk dan berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat.
Edi memastikan rumah sakit, puskesmas, serta posko kesehatan memiliki kesiapan layanan apabila terjadi peningkatan jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.
“Siang ini saya ke Rumah Sakit Kota Pontianak dan faskes memastikan kesiapan sarana kesehatan kita terhadap antisipasi dampak karhutla dan kabut asap yang melanda Kota Pontianak,” ujar Edi.
Dalam peninjauan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD SSMA, Edi mengatakan pelayanan kesehatan masih berjalan normal. Sejumlah pasien memang mendapatkan penanganan, namun belum ditemukan pasien yang datang karena gangguan ISPA akibat kabut asap.
“Tadi saya pastikan di rumah sakit, di IGD ada beberapa pasien, tetapi bukan disebabkan karena ISPA. Namun kita tetap harus siaga,” katanya.
Meski kondisi pelayanan masih terkendali, Pemkot Pontianak tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila jumlah pasien mengalami peningkatan.
Edi memastikan ketersediaan oksigen menjadi salah satu perhatian utama, terutama untuk membantu pasien yang mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas.
“Oksigen kita siap. Kita juga tetap mengantisipasi lonjakan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Selain rumah sakit dan puskesmas, pemerintah kota juga menyiapkan posko layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama kondisi kabut asap berlangsung.
Salah satunya berada di PMI Kota Pontianak melalui Posko Segar. Posko tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan maupun layanan oksigen.
Edi juga menyoroti perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pontianak.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Pontianak melaporkan adanya peningkatan kasus ISPA sekitar 10 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Menurut Edi, dampak musim kemarau dan penurunan kualitas lingkungan juga dapat memunculkan persoalan kesehatan lain.
Salah satu yang turut diantisipasi adalah penyakit diare, terutama yang berkaitan dengan kondisi dan ketersediaan air bersih.
“Betul, kita juga antisipasi diare karena ini berkaitan dengan kondisi air,” kata Edi.
Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan mampu merespons apabila terjadi peningkatan kasus.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pontianak, Edi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara sedang buruk. Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Selain itu, warga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berat, demam, atau gangguan kesehatan lainnya.
“Yang penting kita tetap waspada. Pemerintah menyiapkan layanan, tetapi masyarakat juga harus menjaga diri dan mengurangi paparan asap,” pungkasnya.
Pemkot Pontianak memastikan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan akan terus diperkuat selama kondisi kabut asap belum kembali normal. Pemerintah juga mengajak masyarakat bersama-sama mengurangi risiko gangguan kesehatan dengan membatasi paparan asap dan segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila membutuhkan pertolongan.[SK]
