Produk Lokal Kalbar Tampil di Expo Hari Bumi, Dari Kopi Robusta hingga Kerupuk Cumi

Sebarkan:

Stand salah satu KUPS yang diadakan oleh Yayasan Pranaraya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar.SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Peringatan Hari Bumi yang dirangkai dengan Pameran Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) menghadirkan beragam produk unggulan hasil bumi Kalimantan Barat. Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Prakarsa Alam Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar serta Balai Konservasi Sumber Daya, Jumat (24/04/2026).

Berbagai stan memamerkan produk olahan masyarakat lokal, mulai dari kopi robusta asal Desa Sebadak Raya, Desa Lumbuk Kakap, hingga Desa Beringin Raya. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan produk seperti kerupuk cumi, bubuk jahe, dan terasi bubuk yang seluruhnya diolah langsung oleh masyarakat setempat.

Salah satu anggota Pranaraya, Gilang, menjelaskan bahwa sebagian besar produk yang dipamerkan berasal dari wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

“Kami di sini mempromosikan produk-produk lokal dari Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Ada kopi, kerupuk cumi, juga produk jahe dan terasi udang. Semuanya produk lokal Kalbar,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran produk-produk tersebut tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga menjadi bukti bahwa masyarakat Kalbar mampu mengolah potensi alam menjadi produk bernilai ekonomi.

“Keunggulannya diproduksi langsung oleh masyarakat lokal. Selain sebagai upaya pelestarian hutan melalui sistem agroforestri, ini juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan produk berbasis perhutanan sosial diharapkan menjadi model pengelolaan berkelanjutan yang dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Dengan demikian, kelestarian lingkungan tetap terjaga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi harga, produk yang ditawarkan juga terbilang terjangkau. Satu bungkus kopi maupun bubuk jahe dibanderol sekitar Rp10.000, sementara kerupuk cumi dijual seharga Rp35.000.

Melalui pameran ini, produk-produk lokal Kalimantan Barat diharapkan semakin dikenal luas serta mampu menembus pasar yang lebih besar, sekaligus memperkuat komitmen menjaga hutan dan alam secara berkelanjutan.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini