![]() |
| Mesin Helikopter PK-CFX Dievakuasi dari Lokasi Jatuh di Nanga Taman.SUARANUSANTARA/SK |
Pengamanan dilakukan secara ketat oleh aparat Kepolisian Republik Indonesia melalui jajaran Polsek Nanga Taman, Polres Sekadau, hingga Polda Kalimantan Barat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, proses olah TKP dan investigasi telah berlangsung intensif selama tiga hari, sejak 18 April 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama unsur Basarnas, TNI, Polri, kru PT Matthew Air, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Pada hari terakhir, tim gabungan melaksanakan evakuasi mesin helikopter dari titik jatuh sebagai bagian penting dalam tahapan lanjutan investigasi kecelakaan udara,” ujar AKP Triyono.
Evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Nanga Taman IPDA Bari Candramedi bersama personel Polri yang bertugas melakukan pengamanan sekaligus pendampingan selama proses berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, sekitar 15 warga Dusun Gandis turut ambil bagian membantu tim gabungan. Mereka bahu-membahu mengangkat mesin helikopter dari lokasi jatuh menuju akses darat yang dapat dilalui kendaraan roda empat.
Medan berat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Jalur yang dilalui berupa tanjakan curam, turunan, serta akses terbatas, sehingga pengangkatan mesin dilakukan secara manual dengan cara dipikul.
“Kerja sama yang solid antara tim gabungan dan masyarakat sangat dibutuhkan. Peran warga sangat membantu, terutama di medan yang sulit dijangkau kendaraan,” jelasnya.
AKP Triyono juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat yang telah berkontribusi dalam kelancaran proses evakuasi.
“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat setempat. Dukungan ini sangat berarti dalam mempercepat proses evakuasi mesin dari lokasi kejadian,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, mesin helikopter tersebut selanjutnya dibawa menggunakan kendaraan roda empat menuju kantor KNKT untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis teknis lebih lanjut.
Selama tiga hari pelaksanaan olah TKP, tim gabungan telah menjalankan berbagai tahapan penting, mulai dari dokumentasi, pengumpulan data, pengamanan dokumen penerbangan, pengambilan komponen utama, hingga evakuasi mesin sebagai bagian krusial dalam proses penyelidikan.
Hasil investigasi ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan helikopter PK-CFX serta menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan standar keselamatan transportasi udara di masa mendatang.[SK].jpg)