| Pelepasan komoditi pinang asal kubu raya yang menembus pasar luar negeri.SUARANUSANTARA/SK |
Kepala DKUKMPP Kubu Raya, Norasari Arani, menegaskan bahwa ekspor ini menjadi tonggak penting bagi pelaku UMKM lokal dalam menembus pasar global.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti bahwa UMKM Kubu Raya mampu memenuhi standar kualitas internasional dan bersaing di pasar global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas pinang merupakan salah satu produk unggulan daerah dengan potensi ekspor yang sangat besar. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pembinaan kualitas, peningkatan kemasan produk, hingga pemenuhan standar ekspor.
Sebanyak 38 ton pinang berhasil dikirim ke Bangladesh melalui kerja sama dengan PT Jambe Makmur Sentosa dan PT Agro Future Indonesia Blantica Academy. Ekspor ini diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas lokal.
Norasari mengingatkan para pelaku usaha agar terus menjaga kualitas produk, memastikan keberlanjutan produksi, serta berinovasi untuk mempertahankan daya saing di pasar internasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar mampu “go export” melalui berbagai program strategis, seperti pelatihan manajemen ekspor, pendampingan usaha, hingga fasilitasi akses permodalan dan pemasaran.
“Ekspor pinang ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Selain meningkatkan devisa negara, langkah ini juga diyakini mampu mendongkrak pendapatan daerah serta memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan pasar domestik, seiring tingginya permintaan industri di Bangladesh.
“Ke depan, kami optimistis UMKM Kubu Raya akan semakin berkembang dan mampu memperluas penetrasi pasar internasional,” pungkasnya.[SK]