Tangkapan Narkotika Terbesar Tahun Ini: Kodam XII/Tanjungpura Gagalkan 21,9 Kg Sabu di Perbatasan Kalbar

Sebarkan:

Penyerahan barang bukti sabu oleh Kodam XII Tanjung Pura kepada pihak BNNP.SUARANUSANTARA/SK
Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Suasana tegang menyelimuti halaman Makodam XII/Tanjungpura pada Kamis pagi (27/11/2025). Deretan kotak barang bukti tertata rapi di atas meja panjang, masing-masing berisi sabu kristal seberat total 21,9 kilogram tangkapan terbesar Kodam XII/Tpr sepanjang tahun ini. Nilainya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah, angka yang cukup membuat siapa pun terpaku.

Di bawah terik matahari Kubu Raya, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael memimpin langsung prosesi penyerahan barang bukti tersebut kepada Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat (BNNP Kalbar). Momen itu menjadi awal perjalanan panjang pengungkapan jaringan narkotika yang mencoba memanfaatkan celah wilayah perbatasan Kalbar sebagai jalur peredaran.

Namun, kisah besar ini tidak berhenti pada tumpukan barang bukti. Tiga tersangka M, HP, dan AP yang seluruhnya warga negara Indonesia, dibekuk pada Minggu (23/11/2025) di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Daerah yang hanya sehelai napas dari garis batas Malaysia, tempat arus komoditas mengalir deras, termasuk narkotika.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Informasi sederhana yang diterima Personel Satgas Pamtas Pos Panga itu segera ditindaklanjuti. Tanpa menunggu waktu, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC Kostrad bergerak cepat melakukan penyelidikan. Ketelitian aparat berbuah pengungkapan besar yang kini menjadi sorotan publik.

“Keberhasilan ini bukan keberhasilan perorangan, tetapi kolaborasi yang sudah sejak dulu kita bangun,” tegas Mayjen TNI Jamallulael.

Pangdam memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam simpul pengamanan perbatasan mulai dari BNN, Kepolisian, Bea Cukai, hingga satgas intel dari BIN, BAIS, Kodam, Korem, dan Satgas Teritorial.

Letkol Arh Andy Qomarudin, Dansatgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC Kostrad, menjadi sosok sentral dalam operasi lapangan yang berhasil memutus jalur penyelundupan tersebut. Kerja cepat dan presisi itulah yang kembali menegaskan bahwa wilayah perbatasan bukan lagi kawasan abu-abu bagi jaringan narkotika.

Kini, BNNP Kalbar resmi mengambil alih proses penyelidikan lebih lanjut. Tugas berat menanti: mengusut pemasok, memetakan jaringan, dan memastikan pengungkapan tidak berhenti hanya pada tiga tersangka. Dengan nilai barang bukti mencapai belasan miliar rupiah, besar kemungkinan jaringan para pelaku telah menjalar ke beberapa kabupaten lain di Kalbar.

Operasi ini sekaligus menjadi peringatan bahwa perang melawan narkotika di perbatasan tidak pernah benar-benar berakhir. Namun hari itu, di Makodam XII/Tanjungpura, sebuah kemenangan penting berhasil dicatat kemenangan yang lahir dari kolaborasi, ketegasan aparat, dan kewaspadaan masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi penangkapan narkotika yang dilakukan Kodam XII/Tanjungpura dan seluruh institusi terkait,” ujar Fajar, salah seorang warga Kalbar, memberikan dukungan atas upaya pemberantasan narkoba.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini