Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, secara resmi menyerahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 63,6 kilogram beserta seorang terduga pelaku kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar. Penyerahan dilakukan di Aula Sudirman, Makodam XII/Tanjungpura, Senin (15/9/2025).
Barang bukti narkotika yang diserahkan ke BNNP Kalbar Kuburaya pada Senin (15/09/2025).SUARANUSANTARA/SK
Barang bukti tersebut merupakan hasil operasi gabungan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC Kostrad yang digelar di wilayah perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu (6/9/2025).
Selain sabu, petugas juga mengamankan 99 cartridge liquid pod berisi ketamin dalam kemasan plastik serta 100 cartridge lainnya dalam kemasan kotak. Seluruh barang tersebut ditemukan dalam sebuah mobil yang dikendarai oleh terduga pelaku IS (32).
“Kita belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan pemilik atau hanya kurir. Saat pelaku melintas dan diberhentikan, petugas menemukan empat tas berisi sabu serta ratusan liquid pod. Setelah dikoordinasikan dengan pihak Bea Cukai, dipastikan bahwa barang tersebut adalah narkotika,” jelas Pangdam XII/Tpr.
Menurut Mayjen Jamallulael, penangkapan ini berawal dari kecurigaan petugas yang melihat kendaraan pelaku melintas di pos pengamanan Dalduk. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan empat tas besar yang masing-masing berisi paket sabu siap edar.
Ia menambahkan, kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh BNNP Kalbar untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk menentukan jaringan dan peran pelaku dalam sindikat penyelundupan narkotika lintas negara.
Atas penemuan ini, Pangdam XII/Tpr mengingatkan seluruh aparat keamanan untuk memperketat pengawasan di jalur darat, laut, maupun udara, mengingat perbatasan Kalbar kerap menjadi jalur utama penyelundupan narkoba dari luar negeri.
“Saya sudah meminta Danlantamal dan Danlanud untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai narkotika yang lolos di jalur darat kemudian dikirim keluar melalui laut atau udara. Semua sektor harus dijaga ketat,” tegasnya.
Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan narkotika terbesar di Kalbar tahun ini, sekaligus bukti nyata sinergi antara TNI, Bea Cukai, dan BNNP dalam memerangi peredaran narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.[SK]