![]() |
| Pontianak Juara Umum Porsenijar Kalbar 2026 |
Pontianak berhasil memuncaki klasemen akhir dengan perolehan tujuh medali, terdiri atas tiga emas, dua perak, dan dua perunggu.
Keberhasilan tersebut disambut gembira Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Ia mengapresiasi perjuangan seluruh anggota kontingen yang berhasil memenuhi target juara umum sebagaimana diharapkan saat pelepasan keberangkatan peserta.
“Alhamdulillah, target juara umum akhirnya tercapai. Selamat kepada seluruh kontingen PGRI Kota Pontianak. Ini hasil kerja keras dan kekompakan bapak dan ibu guru yang telah mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Tiga medali emas Kota Pontianak diperoleh dari cabang Inovasi Pembelajaran Mendalam SMP, sepak takraw, dan bola voli putri.
Sementara itu, dua medali perak diraih melalui cabang bulu tangkis beregu dan melukis. Adapun dua medali perunggu disumbangkan dari cabang tari tunggal putri dan menyanyi solo putra.
Menurut Edi, pencapaian tersebut membuktikan bahwa para guru tidak hanya memiliki kemampuan dalam mendidik dan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga dan seni.
Ia menilai keberhasilan tersebut patut diapresiasi karena para peserta harus membagi waktu antara menjalankan tanggung jawab mengajar dengan latihan serta persiapan menghadapi kompetisi.
“Bapak dan ibu guru kita memiliki bakat dan potensi luar biasa. Prestasi ini membuktikan bahwa kedisiplinan dan semangat untuk terus berkembang bisa menghasilkan pencapaian yang membanggakan,” katanya.
Pontianak Ungguli Kontingen Kabupaten dan Kota Lainnya
Keberhasilan PGRI Kota Pontianak menjadi juara umum diraih di tengah persaingan ketat dengan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Berdasarkan klasemen perolehan medali, Kabupaten Sintang menempati posisi kedua dengan tiga medali emas dan satu perak.
Posisi ketiga ditempati Kabupaten Kapuas Hulu dengan perolehan dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara tuan rumah Kota Singkawang berada di peringkat keempat dengan dua emas, dua perak, dan dua perunggu.
Edi berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para guru untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan, baik dalam bidang pembelajaran, olahraga, maupun seni.
Menurutnya, pengalaman berkompetisi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai kedisiplinan, kerja keras, kekompakan, dan sportivitas yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan kepada peserta didik.
“Semangat berprestasi ini harus terus dijaga. Jangan berhenti setelah menjadi juara, tetapi jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan contoh positif kepada anak-anak didik,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota kontingen, pelatih, pendamping, serta pengurus PGRI Kota Pontianak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan tersebut.
“Terima kasih telah mengharumkan nama Kota Pontianak. Mudah-mudahan prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Prestasi juara umum Porsenijar PGRI Kalbar 2026 diharapkan menjadi momentum bagi para guru di Kota Pontianak untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat kontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di Kalimantan Barat. [SK]
