2.000 Pacer Meriahkan Slow Jogging Pontianak 2,55K, Pemkot Dorong Budaya Olahraga

Sebarkan:

 

Sebanyak 2.000 pacer meramaikan Slow Jogging dalam rangka Hari Jadi ke-255 Pontianak, Minggu (1/10/2026).
Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Sebanyak 2.000 peserta atau pacer memeriahkan kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak, Minggu (1/11/2026) pagi.

Kegiatan yang mengambil titik start dan finis di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor PMI Kota Pontianak, tersebut menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga rekreatif. Menurutnya, olahraga tidak harus selalu dilakukan dengan intensitas tinggi, tetapi dapat dimulai dari aktivitas ringan yang menyenangkan dan mudah diikuti berbagai kalangan.

“Melalui kegiatan seperti slow jogging ini, kita ingin semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga. Tidak harus olahraga berat, yang penting rutin bergerak, sehat, dan bisa menikmati suasana kota bersama-sama,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, Pemerintah Kota Pontianak tengah mewacanakan penambahan kawasan Car Free Day (CFD) di sejumlah wilayah. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan Pontianak sebagai kota ramah olahraga atau sport city, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selama ini, Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga warga, terutama pada akhir pekan. Setiap Minggu pagi, kawasan tersebut dipadati masyarakat yang berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga mengikuti berbagai kegiatan kebugaran.

“Kita ingin kawasan Car Free Day ini semakin banyak, tidak hanya terpusat di Ahmad Yani. Dengan semakin banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, masyarakat juga punya lebih banyak pilihan tempat untuk berolahraga,” katanya.

Menurut Edi, penambahan kawasan CFD perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur, aksesibilitas, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Pemkot Pontianak juga berharap dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya di wilayah Pontianak Timur dan Pontianak Utara. Peningkatan tersebut dinilai dapat membuka peluang pengembangan ruang terbuka hijau dan kawasan publik yang dapat dimanfaatkan untuk olahraga maupun rekreasi.

“Mudah-mudahan dengan bantuan pemerintah pusat untuk peningkatan kualitas infrastruktur di Pontianak Timur dan Utara, kita bisa menambah kawasan-kawasan yang dapat dijadikan ruang terbuka hijau dan Car Free Day,” jelasnya.

Edi menambahkan, penyediaan fasilitas olahraga tidak harus selalu berupa stadion atau lapangan berstandar pertandingan. Taman lingkungan yang dilengkapi sarana olahraga sederhana, jalur pejalan kaki, dan lintasan lari juga dapat menjadi alternatif untuk mendorong masyarakat menjalani pola hidup aktif.

“Kalau di taman-taman ada fasilitas olahraga, masyarakat akan lebih mudah tergerak untuk beraktivitas. Jadi kita akan terus meningkatkan kualitas dan menambah sarana prasarana olahraga, baik yang berstandar maupun yang sifatnya rekreasi,” terangnya.

Selain berdampak terhadap kesehatan, Edi menilai kegiatan olahraga massal juga memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian lokal. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar di kawasan CFD dapat membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner dan jasa.

Menurutnya, aktivitas CFD di Jalan Ahmad Yani setiap akhir pekan telah menunjukkan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kita bisa melihat setiap Minggu di kawasan Car Free Day Ahmad Yani, begitu banyak masyarakat yang turun untuk berolahraga. Ada yang santai, ada yang benar-benar berolahraga sampai berkeringat. Di saat yang sama, ekonomi juga bergerak. Inilah yang kita harapkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pengembangan olahraga di Kota Pontianak tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan kota yang sehat, produktif, dan memiliki daya tarik wisata.

Melalui konsep sport city dan sport tourism, Pemkot Pontianak berharap pengembangan olahraga dapat memberikan manfaat lebih luas, mulai dari peningkatan kesehatan masyarakat, penyediaan ruang publik, penguatan komunitas olahraga, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Olahraga sekarang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Selain membuat masyarakat sehat dan kuat, olahraga juga bisa menjadi penggerak ekonomi. Kita ingin Pontianak menjadi kota yang ramah olahraga sekaligus memiliki daya tarik wisata olahraga,” tegasnya.

Edi berharap kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K dapat menjadi momentum untuk memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat, terlebih kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-255 Kota Pontianak yang mengusung semangat Pontianak Tangguh Bersahabat.

Ia juga mengajak komunitas olahraga untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam menghadirkan kegiatan yang mudah diakses dan diikuti masyarakat.

“Kita ingin warga Kota Pontianak semakin sehat, aktif, dan bahagia. Pemerintah akan terus berupaya menyediakan ruang dan fasilitas yang mendukung, sehingga olahraga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. [SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini