Sanggar Medang Serai Mempawah Raih Penghargaan Busana dan Tata Rias Terbaik di Festival Internasional Sarawak 2026

Sebarkan:

Sanggar Medang Serai asal Mempawah, Kalimantan Barat, menorehkan prestasi di panggung kebudayaan internasional Mega Gendang Melayu Sarawak 2026 di Kuching, Sarawak, Jumat (30/10/2026).
Sarawak, Kalbar (Suara Nusantara)– Sanggar Medang Serai asal Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, berhasil mengharumkan nama daerah di kancah internasional. Dalam ajang Mega Gendang Melayu Sarawak 2026 yang berlangsung di Kuching, Sarawak, Malaysia, sanggar tersebut berhasil meraih Anugerah Khas Busana dan Tata Rias Terbaik.

Penghargaan ini menjadi bukti apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya tradisional Kabupaten Mempawah, khususnya keindahan busana serta kekhasan tata rias yang ditampilkan para personel Sanggar Medang Serai.

Perjalanan delegasi Sanggar Medang Serai di Sarawak dimulai dengan kedatangan rombongan di Kuching pada Kamis (29/10/2026). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli.

Penyambutan tersebut dirangkaikan dengan jamuan makan siang sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap delegasi seni budaya Indonesia yang berpartisipasi dalam festival tersebut.

Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal RI menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan Sanggar Medang Serai yang membawa nama Indonesia, khususnya Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat, dalam kegiatan yang diselenggarakan Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN).

Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat internasional.

Rombongan kemudian mendapat sambutan dari pihak JKKN Sarawak selaku penyelenggara Mega Gendang Melayu Sarawak 2026.

Pada Jumat (30/10/2026), Sanggar Medang Serai mengikuti sejumlah kategori perlombaan, yakni Bermukun Berkumpulan, Seh Gendang Berpasangan Wanita Dewasa, serta Tandak Berpasangan Lelaki Dewasa.

Penampilan mereka turut disaksikan langsung oleh Konsul Jenderal RI di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli, sebagai bentuk dukungan terhadap delegasi seni budaya Indonesia.

Dari rangkaian perlombaan tersebut, Sanggar Medang Serai berhasil membawa pulang Anugerah Khas Busana dan Tata Rias Terbaik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keindahan busana tradisional, kekhasan tata rias, serta penampilan yang ditampilkan para peserta.

Perwakilan JKKN Sarawak, Intan Yoshida, turut menyampaikan terima kasih atas partisipasi Sanggar Medang Serai yang telah memeriahkan dan menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan selamat atas penghargaan yang diraih dan berharap sanggar asal Mempawah itu dapat kembali berpartisipasi pada kegiatan serupa tahun mendatang.

Ketua Sanggar Medang Serai, Fathur Rahman, menyampaikan terima kasih kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, khususnya Dr. Abdullah Zulkifli, serta JKKN Sarawak atas sambutan, perhatian, dan dukungan selama mengikuti kegiatan.

Fathur juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan materiil maupun moril sehingga Sanggar Medang Serai dapat tampil dalam festival kebudayaan internasional tersebut.

Dukungan tersebut di antaranya berasal dari Bank Kalbar Cabang Mempawah, K@’TAMB Group, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Hj. Erlinawati selaku Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Barat, Ermin Elviani selaku Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, M. Suhadi selaku Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Kalbar Muda, DPD MABM Mempawah, PT EUP, Warkop Goncang Lidah, RD Fish, Warkop Teja, Perumdam Tirta Galaherang, Warkop Jembatan Dolok, Segit Empat, Neo Vision, Kopi Koppel, Kopan Mempawah, serta para donatur lainnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat yang telah memberikan doa, semangat, dan dukungan sehingga Sanggar Medang Serai dapat mengikuti festival kebudayaan di Malaysia.

Menurut Fathur, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian kelompok seni, melainkan kebanggaan bersama masyarakat Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat.

Ia menegaskan, prestasi tersebut bukan menjadi akhir perjalanan sanggar, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penampilan dan kemampuan para anggotanya.

“Ke depan, Sanggar Medang Serai bertekad terus meningkatkan kualitas penampilan, kemampuan, serta persiapan dalam setiap kategori perlombaan,” ungkap Fathur.

Ia menambahkan, latihan dan pengembangan kreativitas akan terus dilakukan agar pada kesempatan berikutnya Sanggar Medang Serai mampu meraih prestasi di kategori lainnya.

Fathur berharap keberhasilan di Mega Gendang Melayu Sarawak 2026 dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah.

“Semoga partisipasi Sanggar Medang Serai di Sarawak menjadi salah satu upaya mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Malaysia melalui seni dan budaya, sekaligus membawa nama Kabupaten Mempawah semakin dikenal di panggung internasional,” pungkasnya. [SK] 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini