Bengkayang, Kalbar (Suara Nusantara) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pemberdayaan
keluarga melalui pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta
bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)..jpeg)
PKK Kalimantan Barat Dampingi UMKM dan Salurkan Bantuan RTLH
Upaya tersebut dilakukan Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Krisantus, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bengkayang, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Ny. Donata meninjau Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bengkayang sekaligus mendampingi pelaku Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), layanan pembayaran digital melalui QRIS, dan sertifikasi halal.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi (monev) TP PKK Kabupaten Bengkayang di Gedung Satu Atap Kantor Bupati Bengkayang.
Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas usaha keluarga agar memiliki legalitas yang jelas, memanfaatkan sistem pembayaran digital, serta memenuhi standar halal untuk meningkatkan daya saing produk.
Ny. Donata mengatakan, kunjungan kerja dan monev merupakan bagian dari pembinaan rutin TP PKK Provinsi Kalimantan Barat kepada TP PKK kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Kunjungan ini menjadi wujud komitmen kami untuk mendampingi, menguatkan, dan menyinergikan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, sekaligus mempererat silaturahmi dengan pengurus dan kader PKK Kabupaten Bengkayang,” ujarnya.
Ia mengapresiasi peran TP PKK Kabupaten Bengkayang yang dinilai aktif mendukung percepatan penurunan stunting, menggerakkan pemberdayaan keluarga hingga pelosok desa, serta menjaga kerukunan dan keberagaman budaya daerah.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam menghubungkan program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Melalui edukasi gizi, pembinaan kewirausahaan perempuan, dan pengembangan potensi lokal, PKK diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Dorong Produk Unggulan Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Donata juga mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bengkayang untuk terus mengembangkan produk unggulan daerah, seperti tikar bidai, anyaman rotan, tenun, dan batik khas Bengkayang.
Menurutnya, penguatan kualitas produk, kemasan, legalitas usaha, serta pemasaran digital menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional dan regional.
Selain pemberdayaan ekonomi, TP PKK Provinsi Kalbar turut mendorong peningkatan kualitas keluarga melalui pembinaan pendidikan anak usia dini, peningkatan literasi, edukasi imunisasi, hingga penguatan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
TP PKK juga mendukung transformasi Posyandu melalui penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
“Posyandu tidak lagi hanya melayani ibu dan balita, tetapi menjadi layanan berbasis siklus hidup bagi seluruh anggota keluarga. Karena itu, peran kader perlu terus diperkuat agar pelayanan dan pendampingan masyarakat semakin optimal,” jelasnya.
Delapan Keluarga Terima Bantuan RTLH
Selain pembinaan usaha dan program kesehatan keluarga, kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada delapan keluarga penerima manfaat di Kabupaten Bengkayang.
Bantuan itu merupakan hasil sinergi TP PKK Provinsi Kalimantan Barat dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat.
Ny. Donata mengatakan, rumah layak huni merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup keluarga.
“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi tempat anak tumbuh dan belajar, tempat keluarga membangun kebersamaan, serta tempat setiap anggota keluarga merasa aman dan nyaman. Karena itu, bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hunian yang sehat dengan sanitasi dan sirkulasi udara yang baik turut mendukung kesehatan keluarga. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam upaya pencegahan stunting.
Kepada keluarga penerima bantuan, Ny. Donata berpesan agar rumah yang telah dibantu dapat dirawat dengan baik. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran bergizi.
Ia turut meminta kader PKK memperkuat pendataan dan pendampingan keluarga agar bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Lakukan pendataan dengan cermat dan jujur, dampingi keluarga penerima, serta laporkan keluarga yang masih membutuhkan perhatian. Kami juga mengajak dunia usaha dan para dermawan untuk bersama-sama mendukung semakin banyak keluarga agar dapat tinggal di rumah yang layak, sehat, dan aman,” pesannya.
Ny. Donata menegaskan, keberhasilan PKK tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, dan kemandirian keluarga.
Melalui sinergi pemerintah daerah, TP PKK, kader, dan masyarakat, berbagai program pemberdayaan diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak keluarga di Kabupaten Bengkayang yang memperoleh manfaat. [tim]