Pemkab Mempawah Anggarkan Normalisasi Sungai di Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh pada 2027

Sebarkan:

 

Bupati Mempawah Erlina menyerahkan jawaban resmi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD saat membahas Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (26/10/2026).
Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menyiapkan program penanganan drainase perkotaan dan penguatan kesiapsiagaan bencana untuk mengurangi risiko banjir serta genangan air di kawasan permukiman.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mempawah, Erlina, saat menanggapi aspirasi terkait mitigasi bencana lingkungan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Mempawah, Senin (26/10/2026).

Erlina mengatakan, ancaman genangan air di kawasan permukiman memerlukan penanganan infrastruktur yang terencana dan berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga fungsi drainase, meningkatkan kualitas lingkungan, serta melindungi kesehatan masyarakat.

“Kami sependapat bahwa normalisasi parit merupakan upaya penting untuk mengurangi risiko banjir, menjaga fungsi drainase serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ungkap Erlina.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah memasukkan kegiatan normalisasi dan restorasi sungai ke dalam perencanaan anggaran Tahun Anggaran 2027.

“Pada Tahun Anggaran 2027, Pemerintah Daerah telah menganggarkan kegiatan normalisasi/restorasi sungai di Kecamatan Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh,” ujar Erlina.

Program tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki aliran air dan mengurangi potensi genangan, terutama di wilayah yang membutuhkan penanganan drainase dan sungai secara berkelanjutan.

Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Selain penanganan infrastruktur, Pemkab Mempawah juga menyiapkan langkah penguatan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana musiman, khususnya banjir.

Menurut Erlina, upaya mitigasi tidak hanya dilakukan melalui pekerjaan fisik, tetapi juga membutuhkan edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas petugas, serta dukungan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Program kesiapsiagaan tersebut mencakup sosialisasi dan edukasi kebencanaan, pelatihan serta gladi kesiapsiagaan, penyediaan alat pendeteksi dini banjir, dan pemenuhan sarana prasarana pendukung.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan operasional pencarian dan evakuasi korban serta logistik kebencanaan untuk menghadapi situasi darurat.

Melalui rangkaian program tersebut, Pemkab Mempawah berharap penanganan risiko banjir dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan ketika bencana terjadi.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur drainase dan penguatan kesiapsiagaan menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak bencana. [SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini