![]() |
| Ilusttrasi – Rumah Wartawan didatangi massa di Ketapang, SUARANUSANTARA/SK |
Menurut Adang, kedatangan puluhan orang tersebut berkaitan dengan pemberitaan yang dinilai berdampak pada penghentian sementara operasional dapur SPPG tersebut. Penghentian itu disebut berdampak terhadap para relawan dan pekerja yang selama ini bertugas di dapur tersebut.
Adang mengatakan, dirinya telah menjalankan tugas jurnalistik sesuai prosedur dengan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait serta memberikan ruang klarifikasi dalam pemberitaan yang diterbitkan.
“Saya sudah menjalankan tugas jurnalistik sesuai prosedur. Kami datang melakukan konfirmasi, memberikan ruang klarifikasi, bahkan memuat hak jawab. Saya mengira persoalan selesai setelah itu, tetapi justru muncul pernyataan bahwa rumah saya akan didatangi relawan,” ujar Adang, Rabu (5/8/2026).
Ia menegaskan, dalam menjalankan profesinya sebagai wartawan, dirinya berpedoman pada mekanisme kerja pers dengan mengedepankan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Adang mengaku, hal yang paling dikhawatirkannya saat puluhan orang mendatangi rumah bukan keselamatan dirinya, melainkan kondisi keluarga, terutama istri dan anak-anaknya yang berada di rumah.
“Yang saya pikirkan saat itu bukan diri saya, tetapi keselamatan istri dan anak-anak. Mereka tidak ada kaitannya dengan pekerjaan jurnalistik yang saya lakukan,” katanya.
Sementara itu, istri Adang mengaku mengalami tekanan saat berupaya melindungi keluarganya ketika rombongan tersebut datang.
“Saya hanya ingin melindungi keluarga saya. Saya merasa tertekan karena begitu banyak orang datang ke rumah. Saya sempat ditarik di tengah kerumunan dan situasinya sangat membuat saya takut,” ujarnya.
Menurutnya, kedua anak mereka juga mengalami ketakutan setelah melihat langsung kejadian tersebut.
“Anak-anak melihat semuanya secara langsung. Setelah kejadian itu mereka terus bertanya mengapa begitu banyak orang datang ke rumah kami. Itu yang paling membuat saya sedih sebagai seorang ibu,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, sebelum kejadian tersebut terjadi, dirinya sempat mendengar adanya pernyataan yang dipahami sebagai ancaman bahwa rumah mereka akan didatangi oleh para relawan yang terdampak penghentian sementara operasional dapur SPPG.
Beberapa hari kemudian, menurut keterangannya, puluhan orang benar-benar mendatangi kediaman mereka.
Adang menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, rombongan yang datang diduga tidak hanya berasal dari pekerja dapur SPPG Ketapang Delta Pawan–Mulia Baru, tetapi juga melibatkan pekerja dari dapur lain yang disebut masih berada di bawah pengelolaan pihak yang sama.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG maupun pihak-pihak yang disebut terkait kedatangan massa ke rumah wartawan tersebut.
Media ini masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait guna memastikan seluruh informasi secara berimbang serta memberikan ruang klarifikasi kepada semua pihak.[SK]
