Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Maraknya peristiwa kebakaran yang terjadi secara beruntun di Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi tersebut mendorong relawan pemadam kebakaran untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan kesadaran terhadap potensi risiko kebakaran di lingkungan rumah masing-masing.
Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Pemadam Kebakaran (Damkar) Swasta Kalimantan Barat (Kalbar), Eddy Zulkarnaen. SUARANUSANTARA
Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Pemadam Kebakaran (Damkar) Swasta Kalimantan Barat, Eddy Zulkarnaen, mengatakan sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi berawal dari kelalaian sederhana yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti dalam memastikan keamanan rumah, terutama saat akan bepergian atau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Menurut Eddy, instalasi listrik dan penggunaan peralatan elektronik masih menjadi salah satu faktor yang paling sering memicu kebakaran akibat korsleting arus listrik.
“Saya mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan instalasi listrik mohon diperhatikan apabila ditinggal,” ujar Eddy kepada Suara Kalbar, Rabu (8/7/2026).
Ia mengingatkan warga untuk tidak membiarkan peralatan elektronik tetap dalam kondisi menyala atau terhubung ke sumber listrik ketika tidak digunakan. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat meminimalkan risiko terjadinya hubungan arus pendek yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Terutama barang-barang yang tidak dipergunakan jangan dalam keadaan ON atau dalam keadaan dicolok seperti kipas angin, televisi serta pengecas HP,” katanya.
Selain itu, Eddy juga menyoroti penggunaan charger atau pengisi daya telepon genggam yang tidak memenuhi standar keamanan. Menurutnya, penggunaan charger non-original atau produk tiruan memiliki risiko lebih tinggi mengalami panas berlebih yang dapat memicu korsleting listrik.
“Apalagi pengecas HP yang tidak ori, itu sangat riskan sekali,” tegasnya.
Tidak hanya instalasi listrik, ancaman kebakaran juga kerap berasal dari dapur rumah tangga. Kebocoran tabung gas dan kelalaian saat memasak masih menjadi penyebab utama sejumlah kasus kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman.
Eddy menyebut beberapa insiden kebakaran yang terjadi belakangan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keamanan penggunaan gas elpiji dan peralatan memasak.
“Tak hanya listrik, kita lihat seperti kemarin kebocoran tabung gas juga bisa jadi pemicu timbulnya api,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta secara rutin memeriksa kondisi regulator, selang, tabung gas, serta memastikan tidak ada kebocoran yang berpotensi memicu ledakan maupun kebakaran.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin saat beraktivitas di dapur. Kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala menjadi salah satu penyebab kebakaran yang kerap terjadi dan berdampak luas terhadap lingkungan sekitar.
“Maka dari itu, hal seperti itu perlu diperhatikan terutama bagi ibu-ibu dapur di rumah,” ujarnya.
Eddy menegaskan bahwa kebiasaan meninggalkan masakan tanpa pengawasan harus dihindari. Menurutnya, kewaspadaan dan kedisiplinan saat memasak merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Kalau masak jangan ditinggal, selalu ingat saja,” imbaunya.
Forkom Damkar Swasta Kalbar berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran dapat membantu menekan angka kejadian kebakaran di Pontianak dan sekitarnya. Dengan memperhatikan instalasi listrik, menggunakan peralatan elektronik yang aman, serta menerapkan disiplin saat beraktivitas di dapur, risiko kebakaran dapat diminimalkan sehingga keselamatan keluarga dan lingkungan tetap terjaga.[SK]