Program SHE CAN Cetak Ratusan Fasilitator, Perkuat Literasi Keuangan Perempuan di Kalimantan Barat

Sebarkan:

Potret kegiatan ToF She Can PPSW Borneo yang berlangsung di Pontianak pada Senin (22/6/2026) lalu. SUARANUSANTARA/SK
Pontianak, kalbar (Suara Nusantara) – Upaya meningkatkan literasi keuangan dan kemandirian ekonomi perempuan di Kalimantan Barat terus diperluas. Melalui Program SHE CAN, ratusan mentor dan volunteer disiapkan untuk mendampingi ribuan perempuan agar lebih cakap mengelola keuangan keluarga, mengembangkan usaha, serta mengambil keputusan ekonomi yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Facilitators (ToF) yang berlangsung pada 11–23 Juni 2026 di lima daerah, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, Kota Singkawang, dan Kabupaten Sambas.

Program SHE CAN merupakan inisiatif yang didukung DBS Foundation dan diimplementasikan oleh The Asia Foundation bersama PPSW Borneo sebagai bagian dari upaya mempercepat kesetaraan gender, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi perempuan rentan dan marjinal di Kalimantan Barat.

Direktur PPSW Borneo, Eva Monica Bata, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas peserta, tetapi juga membangun jaringan fasilitator yang mampu membawa pendidikan literasi keuangan hingga ke tingkat komunitas.

“Melalui ToF ini kami menyiapkan ratusan mentor dan volunteer yang nantinya akan menjadi fasilitator di wilayah masing-masing. Mereka akan mendampingi perempuan untuk memahami pengelolaan keuangan keluarga, menyusun perencanaan keuangan, hingga mengembangkan usaha. Harapan kami, gerakan ini akan menjangkau ribuan perempuan di Kalimantan Barat sehingga semakin banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi dan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih baik,” kata Eva.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui pelatihan keterampilan semata. Perempuan juga perlu memperoleh akses terhadap literasi keuangan, pendampingan berkelanjutan, serta jejaring yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dan usaha yang mereka jalankan.

“Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan kemampuan mengelola keuangan dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan komunitas di sekitarnya,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pemerintah daerah. Saat membuka pelatihan di Singkawang, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, mengapresiasi konsistensi PPSW Borneo dalam memperkuat kapasitas perempuan melalui berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang, saya menyampaikan apresiasi kepada PPSW Borneo yang terus konsisten berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui berbagai program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Dwi menilai kemampuan mengelola keuangan kini menjadi keterampilan yang sangat penting di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Banyak persoalan ekonomi keluarga, menurutnya, dapat diminimalisasi apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai perencanaan keuangan dan pengelolaan usaha.

“Di era yang penuh tantangan dan perubahan saat ini, kemampuan mengelola keuangan bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan keterampilan hidup yang sangat penting. Banyak persoalan ekonomi keluarga sebenarnya dapat diminimalisasi apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan usaha, akses terhadap layanan keuangan, serta kemampuan mengambil keputusan ekonomi secara bijak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan, tetapi juga mencetak agen perubahan yang akan mendampingi masyarakat secara langsung.

“Saya berharap para volunteer mampu menjadi jembatan informasi, motivator, sekaligus pendamping yang dapat membantu masyarakat meningkatkan literasi keuangan dan mengembangkan usaha yang produktif serta berkelanjutan,” tuturnya.

Apresiasi serupa disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Kota Pontianak, Y. Trisna Ibrahim, saat membuka pelatihan di Pontianak. Ia menilai Program SHE CAN sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PPSW Borneo ini dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Kota Pontianak, khususnya kepada ibu-ibu. Ini tentu sangat penting dan saya berharap para peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Selama pelatihan, para mentor dan volunteer mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan keuangan, akses terhadap layanan keuangan formal, hingga penyusunan rencana usaha sederhana. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan memfasilitasi kelas-kelas belajar di komunitas masing-masing sehingga manfaat program dapat menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai daerah.

Melalui pendekatan berbasis komunitas tersebut, PPSW Borneo bersama The Asia Foundation berharap literasi keuangan tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, meningkatkan kemandirian perempuan, serta mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Program SHE CAN pun diharapkan menjadi salah satu motor penggerak lahirnya lebih banyak perempuan yang berdaya, mandiri, dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini