Mempawah, kalbar (Suara Nusantara) – Seorang pria berinisial Fi, warga Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, ditemukan meninggal dunia saat menginap di rumah temannya di Jalan Gusti Ibrahim Syafiudin (Tanjung Berkat), Kelurahan Terusan, Rabu (8/7/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Jenazah Fi saat dievakuasi dari rumah temannya di Tanjung Berkat menuju RSUD dr Rubini Mempawah, Rabu (8/7/2026) malam. SUARANUSANTARA/SK
Peristiwa tersebut sempat mengejutkan keluarga dan warga sekitar. Korban diketahui ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar tempatnya beristirahat setelah sebelumnya menghabiskan waktu bersama rekannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian Fi bersama seorang temannya berinisial Ca sempat bersantai di sebuah kafe di Jalan Gusti M. Taufik, Kelurahan Terusan, sejak Selasa (7/7/2026) malam hingga Rabu dini hari.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Ca mengajak Fi menuju rumah temannya yang berinisial Je di kawasan Tanjung Berkat untuk mengembalikan sepeda motor. Saat tiba di lokasi, Je melihat keduanya tampak kelelahan setelah beraktivitas hingga larut malam.
Karena kondisi tersebut, Je menawarkan agar mereka beristirahat dan menginap di rumahnya. Tawaran itu diterima dan keduanya kemudian menempati kamar yang berbeda untuk beristirahat.
Keesokan paginya sekitar pukul 09.00 WIB, Je dan Ca telah bangun dan beraktivitas seperti biasa, termasuk memasak serta membersihkan rumah. Sementara itu, Fi masih terlihat tertidur sehingga tidak dibangunkan.
Namun hingga sore hari, Fi tak kunjung keluar dari kamar. Sekitar pukul 17.00 WIB, Je mulai merasa khawatir dan menanyakan kepada Ca mengapa rekannya tersebut belum juga terbangun.
Merasa ada yang tidak biasa, Ca kemudian masuk ke kamar untuk membangunkan Fi. Saat itulah ia mendapati temannya tidak memberikan respons dan tubuhnya sudah dalam kondisi kaku.
Temuan tersebut membuat Ca dan Je panik. Mereka segera meminta bantuan warga sekitar sebelum melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr. Rubini Mempawah guna menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan tenaga medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga selanjutnya menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga meyakini korban meninggal dunia akibat penyakit yang selama ini dideritanya.
Dengan tidak ditemukannya indikasi kekerasan berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa tersebut untuk sementara diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban. Meski demikian, pihak berwenang tetap melakukan pendataan dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, agar dapat segera memperoleh penanganan medis apabila mengalami keluhan atau gangguan kesehatan yang berpotensi membahayakan.[SK]