Gubernur Ria Norsan Dukung PWI Kalbar Bersatu Demi Kemajuan Pers

Sebarkan:

Gubernur Kalbar Ria Norsan
Pontianak (Suara Nusantara) - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, secara terbuka menyatakan dukungan penuh atas rekonsiliasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat sesuai amanah Kongres Persatuan daru organisasi wartawan tertua itu. Sinergi kuat pemerintah daerah bersama nakhoda baru pers kini siap mengakselerasi kemajuan wilayah.

Konflik panjang kini berganti kolaborasi instansi. Momentum epik ini menandai berakhirnya masa kelam dualisme kepengurusan lokal. Riak perpecahan melebur demi kepentingan publik bumi khatulistiwa.

"Sangat baik bagi Kalbar. Kami siap bersinergi dengan segenap insan pers dalam membangun daerah," ucap Ria Norsan melalui pesan WA saat kahadiran Ketum PWI Pusat Akhmad Munir dan pengurus lainnya di Kalbar belum lama ini.
Kehadiran figur penting membawa angin segar bagi iklim keterbukaan informasi publik. Pemerintah daerah membutuhkan mitra kritis, objektif, sekaligus solutif guna mengawal program strategis provinsi.

Persatuan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas jurnalisme lokal secara masif. Wartawan daerah dapat kembali fokus menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa sekat friksi internal. 

Energi positif kepengurusan baru diproyeksikan mempercepat penyebaran berita edukatif, akurat, bebas hoaks ke seluruh pelosok Kalimantan Barat.

SK Pusat Resmi


Legalitas kepengurusan baru kini berdiri kokoh tanpa keraguan hukum. Keputusan mufakat tertuang melalui Surat Keputusan PWI Pusat Nomor: 086-PGS/PP-PWI/VII/2026. 

Dokumen resmi tersebut menjadi landasan yuridis kuat, sekaligus memvalidasi struktur kepemimpinan rekonsiliatif.

Ketua PWI Kalbar Kundori, Jauhari Sekertaris dan bendahara , Wawan Suwandi, beresrta jajaran pengurus  PWI Kalbar  sepakat dan menegaskan bahwa momentum penyatuan langkah merupakan amanat suci Kongres Persatuan PWI Cikarang, Jawa Barat, tahun 2025 silam. 

Komitmen tersebut akhirnya tuntas terwujud nyata wilayah Kalimantan Barat. Ego kelompok runtuh, digantikan semangat pengabdian profesi tanpa batas.

Langkah maju ini diprediksi memicu domino positif bagi ekosistem media nasional. 

PWI Kalbar kini bertransformasi menjadi role model penyelesaian konflik organisasi pers tanah air. 

Penguatan kompetensi wartawan lewat jurnalisme sastrawi, pelatihan digital, serta sertifikasi resmi kini kembali menjadi prioritas utama kerja kepengurusan.

Masyarakat menaruh harapan besar pundak kepengurusan bersatu. Pers sehat, pemerintahan kuat, masyarakat sejahtera bukan lagi sekadar impian kosong. Babak baru perjuangan pena Kalimantan Barat resmi dimulai hari ini.[rls]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini