Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat masa bakti 2026–2031 yang digelar di Istana Rakyat, Sabtu (27/6/2026). Momentum tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi petani guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.
Pelantikan Pengurus HKTI se Kalimantan Barat, Sabtu (27/6/2026). SUARANUSANTARA/SK
Pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal HKTI, Dr. (HC) H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., yang ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada 14 DPC HKTI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat sebagai simbol dimulainya pengabdian para pengurus dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan petani di daerah masing-masing.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa HKTI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kalimantan Barat.
Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dengan organisasi petani agar berbagai program pembangunan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
"HKTI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani. Saya berharap pengurus DPC yang baru segera memetakan potensi pertanian di wilayah masing-masing agar dapat bersinergi dengan program pemerintah provinsi," tegasnya.
Ria Norsan juga mengingatkan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga kebutuhan peningkatan daya saing produk pertanian. Karena itu, HKTI diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menghadirkan inovasi, teknologi, dan informasi bagi para petani.
Selain itu, ia menekankan pentingnya regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda agar sektor pertanian tetap berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi tepat guna juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
"Penguatan kelembagaan kelompok tani juga sangat penting agar petani memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar. Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung akses pemasaran produk unggulan daerah sehingga petani tidak hanya bergantung pada tengkulak," ujarnya.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh jajaran pengurus HKTI menjaga integritas organisasi serta tetap fokus memperjuangkan kepentingan petani sebagai pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan.
"Saya ingin HKTI menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan semangat gotong royong, saya yakin sektor pertanian Kalimantan Barat akan semakin tangguh dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal HKTI, Abdul Kadir Karding, menilai pelantikan pengurus DPC HKTI se-Kalimantan Barat merupakan bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah.
Ia berharap seluruh pengurus yang baru dilantik mampu membangun organisasi yang solid, profesional, dan mampu menjadi wadah perjuangan petani dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.
Menurut Abdul Kadir Karding, di bawah kepemimpinan Ketua Umum HKTI Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, HKTI kini semakin solid dan tidak lagi menghadapi perpecahan internal sehingga seluruh energi organisasi dapat difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Tidak ada cerita kita bisa bekerja kalau kita pecah. Tidak ada cerita," tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang dinilai aktif mendukung penguatan organisasi HKTI di daerah. Menurutnya, soliditas organisasi merupakan modal utama dalam mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.
"Satu-satunya syarat menjadi bagian dari HKTI adalah mau bekerja dan berjuang untuk mensejahterakan serta membahagiakan para petani, khususnya di Kalimantan Barat," tuturnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Utama sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Humas HKTI, Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan, Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Wilayah Kalimantan, unsur Forkopimda Kalimantan Barat, jajaran Pengurus DPD HKTI Provinsi Kalimantan Barat, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kabupaten dan kota.
Melalui kepengurusan baru ini, HKTI Kalimantan Barat diharapkan semakin aktif mendorong inovasi sektor pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.[SK]