Pembukaan kegiatan ditandai dengan pengalungan tanda peserta oleh Sekda Kalbar. Dalam kesempatan tersebut, Harisson bersama Kepala BPSDM Kalbar, Kasatpol PP Kalbar, Kepala Biro Organisasi Setda Kalbar, dan perwakilan Polda Kalbar turut menyerahkan bantuan melalui program ASN Kalbar Peduli kepada anak yatim piatu.
Dalam sambutannya, Harisson menyampaikan bahwa tantangan birokrasi modern menuntut aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter kuat, integritas tinggi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung sangat cepat.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter yang kuat, integritas yang tinggi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung sangat cepat,” ujar Harisson.
Menurutnya, Pelatihan Dasar Satpol PP dan Workshop Penilaian Tingkat Kematangan Perangkat Daerah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas aparatur sekaligus mempercepat transformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Ini adalah langkah strategis untuk membentuk aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis,” katanya.
Khusus kepada peserta Pelatihan Dasar Satpol PP, Harisson mengingatkan bahwa tugas Satpol PP bukan hanya sebatas menegakkan peraturan daerah, tetapi juga menjadi representasi pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat.
“Menjadi Satpol PP berarti mengemban amanah sebagai representasi pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat. Sikap, perilaku, dan tindakan Saudara akan menjadi cerminan wajah pemerintah daerah di mata masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa setiap anggota Satpol PP harus memiliki integritas dan disiplin yang tinggi, profesionalisme yang humanis, serta loyalitas dan jiwa korsa dalam menjalankan tugas.
“Tanpa kedisiplinan, aturan yang ditegakkan akan kehilangan wibawanya,” ujarnya.
Harisson juga mendorong jajaran Satpol PP Kalbar untuk selalu mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan humanis ketika menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, kehadiran Satpol PP harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung dan pengayom.
“Saya ingin Satpol PP Pemerintah Provinsi Kalbar mampu mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan edukatif, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, terkait Workshop Penilaian Tingkat Kematangan Perangkat Daerah, Harisson menjelaskan bahwa keberhasilan organisasi pemerintahan saat ini tidak lagi hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dalam era pemerintahan modern, keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, penilaian tingkat kematangan perangkat daerah menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas tata kelola organisasi, mulai dari proses bisnis, manajemen risiko, pengendalian internal, hingga pelayanan publik.
“Penilaian ini bukan sekadar kegiatan administratif atau formalitas, tetapi menjadi cermin untuk melihat efektivitas kelembagaan yang telah dibangun,” tegas Harisson.
Melalui instrumen tersebut, perangkat daerah dapat mengetahui kekuatan yang perlu dipertahankan sekaligus mengidentifikasi kelemahan yang harus segera diperbaiki secara berkelanjutan.
“Kita akan mengetahui di mana letak kekuatan kita, dan yang lebih penting, di mana letak kelemahan atau celah yang harus segera diperbaiki bersama,” ungkapnya.
Harisson menambahkan, peningkatan kapasitas ASN menjadi kebutuhan penting agar birokrasi mampu bergerak lebih cepat, responsif, dan adaptif menghadapi perkembangan zaman.
“Masyarakat membutuhkan birokrasi yang lincah, responsif, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Menurutnya, transformasi menuju Smart ASN dan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan aparatur yang inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Harisson mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan dan workshop tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.
“Jadilah aparatur yang bekerja dengan hati, melayani dengan empati, bertindak dengan integritas, dan terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri,” pungkasnya. [SK]
