![]() |
| Banjir Rendam Dua Kecamatan di Sekadau, 11.583 Jiwa Terdampak. SUARANUSANTARA/SK |
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan hingga Kamis sore air masih menggenangi sejumlah desa. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (7/1/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB hingga dini hari, sehingga debit air Sungai Sekadau meningkat secara signifikan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan serta pemantauan kondisi banjir di wilayah terdampak.
“BPBD bersama unsur TNI, Polri, OPD terkait, kecamatan, dan pemerintah desa melakukan monitoring, patroli, evakuasi warga, serta pendataan dampak banjir,” ujar Heri dalam laporan tertulis, Kamis (8/1/2026) sore.
Data BPBD Kabupaten Sekadau per Kamis (8/1/2026) pukul 18.00 WIB mencatat, sebanyak 3.545 kepala keluarga (KK) atau 11.583 jiwa terdampak banjir di dua kecamatan.
Di Kecamatan Nanga Taman, banjir merendam 10 desa dengan jumlah terdampak mencapai 2.882 KK atau 9.779 jiwa. Desa-desa tersebut meliputi Desa Nanga Taman, Nanga Mongko, Meragun, Senangak, Sungai Lawak, Rirang Jati, Nanga Koman, Nanga Kiungkang, Nanga Mentukak, dan Semerawai.
Sementara di Kecamatan Nanga Mahap, banjir merendam Desa Lembah Beringin dengan jumlah terdampak sebanyak 663 KK atau 1.804 jiwa.
BPBD mencatat ketinggian air bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter, tergantung kondisi wilayah desa. Di beberapa desa, genangan air mulai surut, namun di sejumlah wilayah lainnya justru mengalami peningkatan akibat kiriman air dari wilayah hulu sungai.
Banjir ini berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Ribuan rumah warga terendam, akses jalan antar desa terputus, serta terjadi kerusakan pada sejumlah ruas jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga atau lokasi yang lebih aman, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah masing-masing dengan keterbatasan akses dan logistik.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama jika terjadi peningkatan tinggi banjir dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” tambah Heri.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sekadau bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak.[SK]
