Api Lahan Gambut Kembali Menyala, Permukiman Warga Punggur Kecil Kubu Raya Terancam

Sebarkan:

Petugas BNPB Saat Berusaha Memadamkan Kebakaran di Lahan Gambut. Minggu ( 18/01/2026).SUARANUSANTARA/SK
Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Kebakaran lahan gambut kembali mengancam kawasan permukiman warga di Punggur Kecil, Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya. Api muncul di area Komplek Miari Residence 14 dan sempat berhasil dipadamkan, namun kembali menyala akibat karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara api di lapisan tanah.

Ketua RT Komplek Miari Residence 14, Muhammad Ibrahim, mengatakan kebakaran pertama kali terpantau sejak Sabtu pagi. Mengetahui kondisi tersebut, warga segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk mencegah api meluas ke permukiman.

“Kebakaran ini dimulai sejak kemarin pagi. Semalam kami dari pihak RT, saya selaku ketua, sudah memanggil pemadam kebakaran dari BNPB Kubu Raya. Alhamdulillah api sempat teratasi,” ujar Muhammad Ibrahim, Minggu (18/1/2026) sore.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebakaran di lahan gambut tidak bisa dianggap benar-benar padam meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat.

“Kalau di lahan gambut, api biasanya terlihat padam di atas, tetapi di dalam tanah masih berjalan. Karena itu hari ini api kembali membesar dan kami kembali memanggil pemadam,” jelasnya.

Kepulan asap dari kebakaran tersebut mulai dirasakan warga sekitar dan dinilai cukup mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.

“Asapnya cukup mengganggu, napas terasa sesak. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya agar kebakaran ini bisa segera ditangani,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang rumahnya berada paling dekat dengan titik kebakaran, Rafika Dewi, mengaku khawatir meskipun penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti.

“Untuk penyebabnya kami juga belum tahu. Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran sudah datang, tapi faktor pemicunya masih belum diketahui,” ungkap Rafika.

Ia menyebut kebakaran lahan gambut sangat mengkhawatirkan karena berpotensi menjalar dengan cepat dan mengancam rumah-rumah warga, terutama jika angin bertiup kencang.

“Kami tahu ini lahan gambut, apinya bisa menjalar di bawah tanah dan terbawa angin. Pasti ada rasa takut,” katanya.

Meski demikian, Rafika mengaku belum berniat mengungsi dan berharap api dapat segera dipadamkan secara menyeluruh.

“Kalau bisa ditangani dengan cepat dan tidak meluas, saya tidak ingin mengungsi. Semoga tidak sampai ke situ,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas terkait. Warga di sekitar lokasi kebakaran diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran susulan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda api kembali muncul.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini