Tujuh Siswa SD di Kayong Utara Alami Mual Usai Konsumsi Makanan MBG, Dinkes Lakukan Investigasi

Sebarkan:

 

Ilustrasi Uji Lab.SUARANUSANTARA/SK
Kayong Utara, Kalbar (Suara Nusantara) – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kabupaten Kayong Utara turun tangan menangani kasus tujuh siswa SD Negeri 01 Simpang Hilir yang mengalami gejala mual, pusing, dan nyeri perut usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (25/9/2025).

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, dr. Maria Fransisca Antonelly Schoggers, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju Puskesmas Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut.

“Kemarin kami langsung ke Puskesmas Teluk Melano untuk melihat kondisi pasien dan melakukan investigasi. Sampel makanan sudah diambil dan dikirim ke laboratorium BPOM Pontianak untuk diteliti lebih lanjut,” kata Maria, Jumat (26/9/2025).

Maria menjelaskan, beberapa siswa sempat mendapat perawatan di IGD Puskesmas Teluk Melano. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi mereka berangsur membaik dan kini seluruh pasien sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Alhamdulillah, saat ini semua pasien sudah pulang setelah mendapat perawatan sesuai prosedur medis,” ungkapnya.

Menurut Maria, Dinkes Kayong Utara memastikan pemantauan terus dilakukan melalui puskesmas setempat, khususnya terkait hygiene dan sanitasi tempat pengolahan serta penyiapan makanan MBG.

“Puskesmas akan melakukan pemantauan ketat terhadap kebersihan dan proses pengolahan makanan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan kasus ini kepada Ketua Satgas MBG Kabupaten Kayong Utara untuk segera dilakukan evaluasi menyeluruh.

Maria mengimbau semua pihak yang terlibat dalam program MBG, termasuk penyedia pangan dan pihak sekolah, agar memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman dan layak konsumsi.

“Kami sudah melaporkan kasus ini kepada Ketua Satgas MBG. Harapan kami, kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Pihak penyedia pangan harus memastikan makanan yang didistribusikan aman, sementara pihak sekolah juga harus memeriksa kondisi makanan sebelum diberikan kepada siswa,” tutup Maria.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah, bukan menimbulkan risiko kesehatan bagi para siswa. Hasil uji laboratorium dari BPOM Pontianak nantinya akan menjadi dasar penanganan lanjutan terhadap insiden ini.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini