![]() |
| Mobil Yang Terbakar di Sosok.SUARANUSANTARA/SK |
Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini menyebabkan pengemudi berinisial DC (37), warga Dusun Tahan, Desa Sosok, mengalami luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuhnya.
Kapolsek Tayan Hulu, Iptu H. Pintor Hutajulu, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika DC baru saja mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Sosok sekitar pukul 08.20 WIB.
Setelah mengisi BBM, DC melanjutkan perjalanan pulang menuju rumahnya. Namun, beberapa menit kemudian, muncul kobaran api dari dalam mobil yang ia kendarai.
“Berdasarkan keterangan yang kami himpun, kobaran api diduga muncul setelah korban mencoba menyalakan rokok menggunakan korek api. Uap BBM di dalam mobil kemungkinan tersulut percikan api hingga memicu ledakan kecil dan membakar bagian dalam kendaraan,” jelas Iptu Pintor.
Menyadari mobilnya terbakar, DC segera berusaha menyelamatkan diri dengan melompat keluar dari kendaraan.
Mobil yang ditinggalkan kemudian meluncur tak terkendali ke sisi kiri jalan, keluar jalur, lalu terperosok ke parit dan hangus dilalap api. Warga yang melihat kejadian itu segera menolong korban dan memadamkan api dengan alat seadanya.
Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Sosok untuk mendapat perawatan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan DC mengalami luka bakar sekitar 20 persen yang meliputi kepala, wajah, leher, kedua tangan, dan kaki. Kondisinya kini dinyatakan stabil setelah mendapat perawatan intensif.
Menurut Kapolsek, mobil tersebut mengalami kerusakan hampir total, dengan perkiraan 95 persen bagian kendaraan hangus terbakar.
“Petugas segera melakukan olah TKP, membantu evakuasi korban, dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang,” ungkap Iptu Pintor.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkapkan bahwa DC menggunakan tangki tambahan berkapasitas 55 liter untuk mengisi BBM. Bahan bakar itu rencananya akan dijual kembali di kios BBM miliknya di Dusun Tahan.
Namun, kios tersebut belum memiliki rekomendasi resmi dari pemerintah desa.
Iptu Pintor menekankan pentingnya kehati-hatian saat mengangkut dan menyimpan BBM, terutama dalam jumlah besar. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok atau menyalakan api di sekitar kendaraan yang baru saja diisi BBM.
“BBM memiliki uap yang sangat mudah terbakar. Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting agar masyarakat tidak menyalakan rokok atau benda pemantik lainnya di sekitar kendaraan, apalagi jika ada tangki tambahan berisi bahan bakar,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, DC masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Sosok, sementara bangkai kendaraan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.[SK]
