Pontianak, Kalbar (Suara Nusantara) – Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalimantan Barat, Susanto, mengingatkan masyarakat agar semakin berhati-hati dan bijak dalam beraktivitas di dunia maya. Pesan ini disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Pengajian Rutin yang digelar DPD LDII Kota Pontianak di Masjid Khoirul Ihsan, Minggu (28/9/2025).
Ribuan warga LDII termasuk jamaah dari kalangan ibu-ibu menghadiri Pengajian Rutin yang menekankan pentingnya cakap digital di Masjid Khoirul Ihsan Pontianak, Minggu (28/9/2025).SUARANUSANTARA/SK
Dalam pengajian yang dihadiri ribuan warga LDII tersebut, Susanto menyoroti maraknya kasus penipuan online yang semakin beragam modusnya, mulai dari phishing, investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga modus penipuan segitiga dan penipuan jual beli barang yang kini kian meresahkan.
“Era digital membawa banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar. Masyarakat harus cakap digital dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar, termasuk tawaran menarik di platform digital. Jangan sampai kita menjadi korban karena kurang waspada,” tegas Susanto.
Susanto menjelaskan, dalam ajaran Islam sudah ditekankan pentingnya kehati-hatian agar tidak terjerumus dalam tipu daya. Jika lengah sedikit, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga bahkan lingkungan sekitar.
“Jika informasi yang kita terima ternyata hoaks dan bersifat provokatif, dampaknya akan jauh lebih besar dan dapat memecah belah masyarakat,” jelasnya.
Ia menyoroti praktik pinjol ilegal yang saat ini marak di tengah masyarakat. Menurutnya, meski proses pinjaman sangat mudah, bunga dan denda yang diterapkan justru sangat tinggi dan jelas bertentangan dengan syariat Islam.
“Saya mohon agar warga LDII tidak terjebak dalam pinjol ilegal. Memang terlihat mudah, tetapi bunga yang tinggi dan adanya denda menjadikan praktik ini jelas mengandung unsur riba dan bertentangan dengan kaidah syariah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Susanto menyampaikan bahwa LDII Kalbar berkomitmen untuk turut serta meningkatkan literasi digital masyarakat. Hal ini dilakukan melalui program penyuluhan, pengajian, dan pelatihan yang fokus pada keamanan data pribadi, etika bermedia sosial, serta cara mengenali dan menghindari penipuan online.
“Dengan meningkatkan kecakapan digital, insya Allah kita dapat melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari kejahatan siber, serta menjadikan teknologi sebagai sarana kebaikan dan kemaslahatan,” pungkasnya.
Acara ini diakhiri dengan doa bersama, yang juga menjadi momen bagi warga LDII untuk memperkuat komitmen dalam menjaga diri dari ancaman dunia maya sekaligus memperkuat ukhuwah dan keimanan di era digital yang penuh tantangan.[SK]