Empat Dusun di Sungai Ambawang Terendam Banjir, BPBD Kubu Raya Imbau Warga Tetap Waspada

Sebarkan:

banjir yang terdata oleh BPBD Kubu Raya melanda empat dusun di desa pasak piang kecamatan sungai Ambawang, Kubu Raya.SUARANUSANTARA/SK
Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Musim penghujan yang melanda wilayah Kabupaten Kubu Raya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah daerah berpotensi mengalami banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya pun bergerak cepat dengan melakukan patroli rutin dan pemantauan di sembilan kecamatan yang rawan banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kubu Raya, Herry Purwoko, mengungkapkan bahwa dari hasil patroli tersebut, pihaknya menemukan satu desa di Kecamatan Sungai Ambawang yang sudah terdampak banjir sejak 11 September 2025 dan hingga kini masih terendam.

“Desa Pasak Piang terendam banjir yang mengakibatkan empat dusun, yakni Dusun Sungai Piang, Banyuates, Kalimantan, dan Belidak, ikut terendam,” ungkap Herry, Selasa (16/9/2025).

Menurut Herry, banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang lama, sehingga debit air terus meningkat dan merendam pemukiman warga. Dari pendataan sementara, terdapat 2.396 jiwa atau 706 kepala keluarga yang terdampak banjir di empat dusun tersebut.

“Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga rumah ibadah, pondok pesantren, serta dua sekolah dasar (SD) yang berada di wilayah tersebut,” jelasnya.

Herry menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan aparat desa serta pihak terkait untuk penanganan darurat. BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengungsi secara mandiri apabila banjir sudah membahayakan keselamatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Memasuki musim penghujan ini, kami mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi banjir maupun genangan air, serta segera melapor kepada aparat desa atau BPBD jika membutuhkan bantuan,” tegas Herry.

BPBD Kubu Raya juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan drainase, agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini