Jakarta, Kalbar (Suara Nusantara) – Forum Tenaga Honorer Pendidikan Kabupaten Sambas resmi menyampaikan aspirasi mereka kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam audiensi yang digelar Agustus 2025.
Forum Tenaga Honorer Sambas Sampaikan Keluhan ke Kemendikbud.SUARANUSANTARA/SK
Sekretaris Forum Tenaga Honorer Pendidikan Sambas mengungkapkan kondisi tenaga honorer di daerah semakin memprihatinkan. Dalam pertemuan tersebut, forum menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang jauh dari kebutuhan daerah, keterlambatan pencairan tunjangan profesi, hingga ketiadaan perlindungan hukum dan jaminan sosial yang memadai.
“Bahkan guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik justru kehilangan hak untuk menerima honor dari BOSP, sehingga praktis tidak memiliki gaji pokok,” tegasnya.
Forum menilai, tanpa langkah nyata, kekosongan tenaga pendidik di Sambas akan semakin meluas. Data menunjukkan, sepanjang 2023 hingga 2026, lebih dari seribu guru akan memasuki masa pensiun. Namun, rekrutmen PPPK yang ada saat ini masih belum mampu menutup kebutuhan riil tenaga pendidik di daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Sambas, Mardani, yang turut mendampingi forum dalam audiensi tersebut, menekankan bahwa masalah tenaga honorer tidak bisa lagi ditunda.
“Kami menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap rekrutmen tenaga pendidik dan kebijakan honorarium agar kualitas pendidikan di Sambas tidak semakin tergerus,” ujarnya.
Forum Tenaga Honorer Pendidikan Sambas juga mendesak pemerintah agar segera menyusun regulasi khusus terkait tenaga honorer, membuka formasi PPPK untuk tenaga kependidikan, serta memastikan adanya jaminan sosial dan kesehatan bagi seluruh tenaga honorer.
Mereka menilai, tanpa payung hukum yang jelas, tenaga honorer akan terus berada pada posisi rentan dan terpinggirkan.
Melalui audiensi bersama Kemendikbudristek ini, para tenaga honorer berharap tuntutan mereka tidak sekadar dicatat, melainkan diwujudkan dalam kebijakan nyata demi keberlangsungan dunia pendidikan di Kabupaten Sambas.[SK]