36 Desa di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat Berpotensi Banjir

Sebarkan:

Rakor Penanggulangan Bantingsor di kabupaten Sekadau, Kalbar. SUARANUSANTARA.CO.ID/ist
Sekadau, Kalbar (Suara Nusantara) - Dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat terdapat 471 desa atau kelurahan berpotensi banjir. Untuk Kabupaten Sekadau terdapat 36 desa dari 7 kecamatan yang ada.

Hal itu seperti dipaparkan Daniel, Analisis Kebencanaan BPBD Provinsi Kalbar Daniel saat rapat koordinasi (rakor) bersama stakeholder dalam rangka penanggulangan banjir, puting beliung dan tanah longsor (Bantingsor) Kabupaten Sekadau, Senin (29/1/2024) di ruang rapat Wakil Bupati.

“Adapun 36 desa itu terdiri, untuk Sekadau Hilir ada 4 desa, Sekadau Hulu 7 desa, Nanga Taman 9 desa, Nanga Mahap 8 desa, Belitang 2 desa, Belitang Hilir 4 desa dan Belitang Hulu 2 desa,” papar Daniel.

Menurut Daniel, BPBD provinsi dan kabupaten tidak hanya mengawasi daern rawan yang sudah dipetakan, tapi ada desa yang tidak masuk pemetaan tapi bisa terjadi terdampak banjir.

“Melakukan pengawasan patroli tidak hanya di desa yang masuk di daftar ini. Kemudian jika kita lihat direkap informasi bencana tahun 2023. Kabupaten Sekadau ini tidak ada bencana banjir dalam catatan Pusdalog provinsi. Tapi prestasi ini diharapkan terulang di tahun 2024. Berarti berhasil dalam upaya upaya di tahun 2023,” ungkap Daniel.

Daniel menyebut, pada tahun 2023 lalu ada 50 kejadian warga yang terdampak banjir. “Tapi syukur, Kabupaten Sekadau tidak masuk dalam kejadian itu,” ucap Daniel.

Daniel menambahkan, di Kalbar ada 6 kabupaten terdampak banjir sudah menentukan siaga tanggap darurat. Hal ini penting karena sebagai persyaratan administrasi yang dipenuhi pemerintah daerah. “Untuk penyaluran logistik dan SDM melalui anggaran,” kata dia.

Menyikapi bencana di Kalbar, upaya yang dilakukan antisipasi dengan migitasi dengan pemasangan tanda tanda bahaya rawan bencana.

“Faktor banjir bukan akibat intensitas hujan tinggi. Tapi lingkungan kita rusak. Salah satu sungai Kapuas sudah dangkal. Tapi tidak saling menyalahkan, tapi yang perlu adalah penataan ruang,”tegas dia seraya menambahkan dalam penanganan Bantingsor harus kolaborasi dengan semua pihak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi mengatakan, tujuan Rakor digelar guna melihat kondisi terakhir di Sekadau dengan situasi Bantingsor, bedasarkan laporan BMKG pada Desember 2023 hingga April 2024 intensitas hujan cukup tinggi, dampaknya menimbulkan beberapa wilayah di Sekadau banjir.

"Sehingga rakor ini untuk mengkonsolidasikan dengan instansi terkait. Kabupaten Sekadau sudah menetapkan status siaga darurat bencana sampai 31 Juli 2024,"ungkapnya.

“BPBD masih monitor kondisi lapangan, ada 3 kecamatan yang terdampak banjir yaitu Sekadau Hilir, Belitang dan Belitang Hilir,” sambung Akhmad.

Sementara itu, Kepala BMKG Sintang,Supriadi diwakili Ida Bagus mengatakan curah hujan pada Januari di Kabupaten Kapuas Hulu tinggi, sehingga aliran sungai Kapuas meningkat hingga sampai hilir salah satunya di Sekadau ini.

“Prakiraan cuaca untuk Januari 201-500 mili meter, kategori menengah dan sangat tinggi. Di daerah Sekadau terjadi hujan di daerah Nanga Mahap,” katanya.

Kemudian pada bulan Februadi masih sama, curah hujan masih bersifat menengah dan tinggi dan diperkirakan di Nanga Taman.

“Maret sama kategori menengah dan tinggi daerah potensi tinggi Mahap dan Nanga Taman.Sedangkan daerah rawan banjir dari hasil pemetaan kategori rendah yaitu Belitang, Nanga Mahap, Nanga Taman, Sekadau Hulu dan Sekadau Hilir,” pungkasnya. [sk]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini