Sambas, Kalbar (Suara Nusantara) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran TNI di Kabupaten Sambas. Anggota Koramil 08/Paloh Kodim 1208/Sambas mengintensifkan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla, Minggu (4/10/2026).Anggota Koramil 08/Paloh Kodim 1208/Sambas melaksanakan patroli rutin di sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla, Minggu (4/10/2026). SUARANUSANTARA/SK
Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi munculnya titik api sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil 08/Paloh menyusuri sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Paloh sembari memantau kondisi lingkungan dan lahan. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat tanda-tanda munculnya kebakaran.
Selain melakukan patroli, personel TNI juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah pencegahan apabila menemukan potensi kebakaran.
Patroli tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat TNI dan masyarakat. Melalui pendekatan langsung, personel Koramil mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan Karhutla.
Koramil 08/Paloh juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api maupun tanda-tanda kebakaran di wilayahnya. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga api tidak meluas.
Kegiatan patroli pencegahan Karhutla akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen Koramil 08/Paloh dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Paloh.
Sinergi antara TNI, pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah Karhutla agar tidak meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat. [SK]