PT SBE Serahkan Peralatan Karhutla untuk MPA di Tiga Desa Kapuas Hulu

Sebarkan:

Perkuat Kolaborasi Pencegahan Karhutla, PT SBE Dukung MPA di Tiga Desa Kapuas Hulu. SUARANUSANTARA/SK
Kapuas Hulu, Kalbar (Suara Nusantara) – PT Sempinur Bunga Energi (SBE) memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu dengan menyerahkan bantuan peralatan pemadam kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di tiga desa.

Bantuan tersebut disalurkan kepada MPA Desa Bunut Hulu, Penepian Raya, dan Ujung Said. Secara keseluruhan, peralatan yang diberikan terdiri atas tiga set pompa jinjing lengkap dengan nozzle dan selang, tiga set pompa apung lengkap dengan selang dan nozzle, tiga kepyok pemadam manual, serta tiga paket perlengkapan personel MPA.

Kepala Desa Bunut Hulu, Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, peralatan yang diterima akan digunakan dan dirawat dengan baik agar selalu siap ketika dibutuhkan untuk menghadapi kebakaran.

“Desa Bunut Hulu mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan peralatan ini. Kami akan menggunakannya sebaik-baiknya, menyimpannya di tempat yang aman, dan merawatnya sesuai instruksi kerja yang disampaikan SBE,” kata Ibrahim.

Hal senada disampaikan Pj. Kepala Desa Penepian Raya, Junaidi. Ia menekankan pentingnya pengelolaan dan penempatan peralatan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga dapat segera dimobilisasi ketika terjadi kebakaran.

“Peralatan ini harus dikelola dan dijaga dengan baik serta selalu siap digunakan ketika dibutuhkan. Sebaiknya ditempatkan di posko desa yang mudah dijangkau dan mudah dimobilisasi,” ujarnya.

Junaidi juga mendorong MPA Penepian Raya dan Ujung Said untuk membangun kerja sama dan saling membantu apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Mus Mulyadi, Ketua BPD Ujung Said yang hadir mewakili Kepala Desa Ujung Said, mengingatkan agar seluruh peralatan yang diberikan selalu dalam kondisi siap pakai, terutama ketika risiko kebakaran meningkat.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan peralatan pemadam kebakaran dari PT Sempinur Bunga Energi. Peralatan ini harus dirawat dan selalu disiagakan karena risiko kebakaran saat ini sangat tinggi, serta tidak digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Head of Community Engagement PT SBE, Syamsul Fikar, mengatakan dukungan terhadap MPA merupakan bagian dari upaya melibatkan masyarakat desa dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Menurut Syamsul, MPA dibentuk oleh desa, sementara SBE memberikan dukungan melalui kerja sama, termasuk penyediaan peralatan pemadaman dan perlengkapan bagi personel.

“Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di desa masing-masing, dirawat dengan baik, dan ditempatkan di lokasi yang memudahkan mobilisasi jika terjadi risiko kebakaran,” jelas Syamsul.

Selain menyerahkan bantuan, SBE juga memberikan bimbingan teknis mengenai pengoperasian dan pemeliharaan peralatan kepada anggota MPA. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Head of Protection and Risk PT SBE, Satrio.

Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap peralatan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh perangkat tetap dalam kondisi siap digunakan. Peralatan juga disarankan disimpan di tempat khusus yang aman dan mudah dijangkau.

Untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, grup komunikasi juga akan dibentuk di masing-masing desa sehingga informasi terkait potensi kebakaran dapat disampaikan dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.

Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari Borneo Revive, proyek konservasi dan restorasi lahan gambut jangka panjang yang dijalankan PT SBE di Kapuas Hulu dalam bentang alam Kalimantan.

Borneo Revive mencakup lebih dari 48.000 hektare hutan tropis yang sebagian besar berada di kawasan lahan gambut. Program tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pencegahan kebakaran, pemantauan tinggi muka air, pembangunan sekat kanal, patroli hutan dan batas kawasan, pemantauan keanekaragaman hayati, restorasi, hingga penanaman kembali di area yang mengalami degradasi.

Dukungan terhadap MPA menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut dengan menempatkan kesiapsiagaan masyarakat desa sebagai bagian penting dalam pencegahan kebakaran sekaligus perlindungan kawasan gambut dalam jangka panjang.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini