Diduga Alami Kejang Saat Menyeberang, Pria di Sanggau Tenggelam di Sungai Kapuas, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian

Sebarkan:

Ilustrasi – Korban Tenggelam [int], SUARANUSANTARA/SK
Sanggau, Kalbar (Suara Nusantara) – Seorang pria berinisial LO (40), warga Dusun Sungai Kodang, Desa Sungai Alai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas setelah diduga mengalami serangan kejang saat menumpangi motor air penyeberangan, Sabtu (27/6/2026) siang.

Hingga Minggu (28/6/2026) pagi, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat terus melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Kapuas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu korban berangkat dari kediamannya di Dusun Sungai Kodang menuju rumah orang tuanya di Dusun Penyalimau Empaong, Desa Penyalimau.

Korban terlebih dahulu mengendarai sepeda motor menuju Dermaga Sungai Tapang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa motor air untuk menyeberangi Sungai Kapuas menuju Dermaga Penyalimau.

Namun, ketika motor air berada sekitar 50 meter dari dermaga tujuan, korban diduga tiba-tiba mengalami serangan kejang. Kondisi tersebut menyebabkan korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke Sungai Kapuas dan tenggelam.

Motoris penyeberangan, Yatni (44), yang berada di lokasi kejadian, langsung berupaya melakukan pencarian di sekitar titik korban jatuh. Akan tetapi, derasnya arus Sungai Kapuas membuat korban tidak berhasil ditemukan.

Setelah melakukan pencarian awal, Yatni bersama Kepala Wilayah Sungai Tapang, Hamdani, segera mendatangi rumah keluarga korban untuk menyampaikan kabar tersebut.

Dari keterangan pihak keluarga diketahui bahwa LO memiliki riwayat penyakit epilepsi yang sewaktu-waktu dapat memicu kejang dan hilangnya kesadaran. Dugaan sementara, serangan epilepsi yang dialami korban menjadi penyebab dirinya terjatuh ke sungai tanpa sempat menyelamatkan diri.

Kapolsek Kapuas, IPTU Marianus, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai peristiwa tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan perangkat desa untuk mendukung pencarian. Kami juga mengimbau warga di sepanjang aliran Sungai Kapuas agar segera melapor kepada aparat apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban," ujar IPTU Marianus, Minggu (28/6/2026).

Selain melakukan pendataan terhadap korban dan para saksi, Polsek Kapuas bersama BPBD Kabupaten Sanggau, pemerintah desa, dan masyarakat setempat terus mengintensifkan operasi pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Bhabinkamtibmas juga dikerahkan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Kapuas agar turut membantu pemantauan dan segera melaporkan apabila menemukan petunjuk terkait keberadaan korban.

Polsek Kapuas turut mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit yang berpotensi menyebabkan hilangnya kesadaran secara mendadak, seperti epilepsi.

Penggunaan alat pelampung atau perlengkapan keselamatan, serta pendampingan oleh keluarga atau rekan saat menyeberangi sungai, dinilai penting untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan di perairan.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian terhadap LO masih terus berlangsung. Tim gabungan berharap korban segera ditemukan, sementara masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat apabila melihat atau memperoleh informasi yang dapat membantu mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini