Lansia di Kubu Raya Hilang Saat ke Kebun, Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR

Sebarkan:

 

Evakuasi sastrawi usai ditemukan meninggal pasca dikabarkan hilang oleh keluarga.SUARANUSANTARA/SK
Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Warga Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, digemparkan dengan kabar hilangnya seorang lansia bernama Sastrawi yang tidak kembali ke rumah usai pamit pergi ke kebun pada Kamis (18/9/2025). Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (21/9/2025).

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga, korban terlihat terakhir kali berjalan menuju area hutan yang menjadi lokasi kebunnya. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga memutuskan melaporkan kejadian tersebut.

“Lantaran tidak kembali hingga malam, keluarga korban kemudian melapor ke pihak berwenang. Laporan itu langsung kami tindaklanjuti dengan mengerahkan tim untuk melakukan pencarian,” kata Made Junetra.

Menurut Made Junetra, lokasi kebun korban berada cukup jauh dari permukiman, dengan jarak tempuh sekitar 41 kilometer dari Pos SAR. Tim penyelamat memerlukan waktu lebih dari satu jam untuk mencapai lokasi.

Dalam upaya pencarian, tim SAR gabungan membawa peralatan lengkap mulai dari peralatan evakuasi, medis, navigasi, hingga perangkat komunikasi untuk menyisir area hutan yang cukup lebat.

“Kami menggunakan berbagai metode pencarian, salah satunya metode Explorer Search and Rescue (ESAR). Area pencarian awal difokuskan pada radius 0,5 kilometer persegi, dan dalam kurun waktu empat jam pencarian akhirnya korban berhasil ditemukan,” jelas Made Junetra.

Korban ditemukan sekitar 500 meter ke arah timur dari rumahnya, namun sayangnya dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jasad langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Made Junetra.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga lanjut usia, agar selalu didampingi atau memberitahukan secara jelas tujuan dan waktu saat pergi ke kebun atau ke area yang jauh dari permukiman, guna meminimalisir risiko kejadian serupa.

Pencarian ini melibatkan tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel Basarnas, aparat desa, keluarga korban, serta warga setempat, yang bekerja sama menyisir area hutan hingga akhirnya berhasil menemukan korban.

Dengan berakhirnya proses pencarian ini, suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang turut berpartisipasi dalam pencarian korban selama tiga hari terakhir.[SK]

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini