Pontianak (Suara Nusantara) – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria
Norsan menghadiri pengukuhan pengurus
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang
Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Barat di Hotel Alimore, Sabtu
(10/10/2026)..jpeg)
Pengukuhan pengurus
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang
Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Barat di Hotel Alimore, Sabtu
(10/10/2026).
Pengukuhan tersebut diharapkan memperkuat peran APPSI dalam memperjuangkan aspirasi pedagang pasar serta mendorong terciptanya ekosistem perdagangan yang sehat, tertib, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.
Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSI, Don Muzakir, dilanjutkan dengan penyerahan pataka yang disaksikan Gubernur Kalimantan Barat bersama jajaran pengurus APPSI dari berbagai kabupaten dan kota.
Dalam kesempatan itu, Ria Norsan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan membangun komunikasi yang baik agar organisasi dapat menjalankan tugas serta memperjuangkan kepentingan anggotanya.
“Hal pertama dalam organisasi adalah kekompakan. Kekompakan menentukan maju tidaknya organisasi,” ujarnya.
Menurut Ria Norsan, kebersamaan dan musyawarah menjadi modal penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pedagang pasar. Karena itu, pengurus APPSI diharapkan mampu membangun komunikasi terbuka, baik di internal organisasi maupun dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia menilai APPSI memiliki peran strategis karena menjadi wadah bagi para pedagang yang turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Melalui organisasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pedagang diharapkan dapat dihimpun dan disampaikan kepada pihak terkait untuk dicarikan solusi.
“Harapan pedagang sederhana, mereka bisa berdagang dengan aman, nyaman, dan mendapatkan keuntungan yang layak,” kata Ria Norsan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur mendorong pengurus APPSI agar aktif turun langsung ke pasar-pasar tradisional di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Langkah itu dinilai penting untuk mendengarkan aspirasi pedagang, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menyampaikan berbagai persoalan kepada pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Dengan komunikasi yang terbangun secara berkelanjutan, penanganan persoalan perdagangan diharapkan tidak hanya dilakukan ketika masalah muncul, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan koordinasi sejak dini.
Ria Norsan juga menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Selain menjadi tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasar tradisional merupakan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai distribusi barang dan kebutuhan pokok.
Karena itu, penguatan organisasi pedagang perlu diikuti dengan sinergi bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi persoalan di pasar, menjaga kelancaran distribusi barang, serta mendukung ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Melalui kepengurusan yang baru, APPSI Kalimantan Barat diharapkan semakin aktif menjalankan fungsi representasi dan penyaluran aspirasi pedagang. Organisasi ini juga diharapkan menjadi mitra dialog pemerintah dalam mendorong pengelolaan pasar yang lebih baik serta menciptakan iklim perdagangan yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat. [adpim]