Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Wajok Hilir itu turut dihadiri Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Majid. Dalam suasana penuh keakraban, Krisantus mengajak para mahasiswa menjadikan masa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi sebagai momentum untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, dan mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
Di hadapan para mahasiswa, Krisantus membagikan perjalanan hidupnya sejak masih duduk di bangku kuliah hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa setiap keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan kerja keras, disiplin, ketekunan, serta semangat untuk terus belajar.
"Saya juga pernah menjadi mahasiswa seperti kalian. Apa yang saya capai hari ini bukan karena kebetulan, tetapi karena saya terus belajar, bekerja keras, dan tidak pernah berhenti bermimpi. Jangan pernah menyerah mengejar cita-cita. Siapa tahu di antara kalian kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan pemimpin bangsa," ujar Krisantus.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi paling berharga yang akan menentukan kualitas masa depan seseorang. Karena itu, ia mendorong para mahasiswa untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, tetapi terus meningkatkan kapasitas melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Kalau sudah selesai S1, lanjutkan S2. Setelah S2, lanjutkan lagi S3. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, karena semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," pesannya.
Selain menekankan pentingnya pendidikan, Krisantus juga mengingatkan mahasiswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara positif. Menurutnya, telepon genggam dan media sosial dapat menjadi sarana untuk belajar, berkarya, dan membangun jejaring, namun juga dapat menjadi sumber persoalan apabila digunakan tanpa bijaksana.
"Handphone itu bisa menjadi jalan menuju kebaikan, tetapi juga bisa menjadi jalan yang menjerumuskan. Karena itu, gunakan media sosial dengan bijak, jangan mudah percaya pada berita hoaks, dan biasakan memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau membagikannya," tegasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk membekali diri dengan kemampuan bahasa asing sebagai modal menghadapi persaingan global. Penguasaan bahasa internasional, menurutnya, akan membuka peluang lebih luas dalam dunia pendidikan, pekerjaan, hingga kerja sama lintas negara.
Secara khusus kepada mahasiswa perempuan, Krisantus berpesan agar senantiasa menjaga pergaulan, memiliki prinsip hidup yang kuat, dan tidak mudah terpengaruh oleh penampilan semata dalam menentukan pasangan hidup.
"Jangan mudah tertarik hanya karena penampilan seseorang. Kenali karakter dan tanggung jawabnya. Jagalah diri, karena masa depan kalian sangat berharga," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
"Kita semua bersaudara. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Kalimantan Barat yang semakin maju. Jadilah mahasiswa yang memberi contoh dalam menjaga persatuan dan kebersamaan," ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN, Wakil Gubernur Kalimantan Barat turut menyerahkan bantuan berupa uang tunai guna membantu memenuhi kebutuhan para mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di Desa Wajok Hilir.
Pada kesempatan yang sama, Krisantus juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan pembangunan Kalimantan Barat. Ia berharap operasional penuh Pelabuhan Kijing dapat segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekspor daerah, memperkuat perekonomian, sekaligus berdampak pada meningkatnya Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Provinsi Kalimantan Barat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga berencana menertibkan kendaraan bermotor berpelat nomor luar daerah yang beroperasi secara tetap di wilayah Kalimantan Barat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penerimaan daerah melalui pajak kendaraan bermotor.
"Kendaraan yang digunakan dan beroperasi di Kalimantan Barat sudah seharusnya terdaftar di Kalimantan Barat. Dengan demikian, pajak kendaraan dapat kembali menjadi pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat," pungkas Krisantus.
Melalui pembekalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap para mahasiswa KKN tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi generasi muda yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan daerah.[SK]
