Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Sepanjang tahun 2025, tiga satuan jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang bertugas di wilayah Kalimantan Barat berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkotika lintas negara serta mengamankan ribuan senjata api rakitan ilegal.
Pemusnahan senjata api rakitan oleh Pangdam XII Tanjungpura.SUARANUSANTARA/SK
Tiga satuan tersebut yakni Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti (Yonkav 12/BC), Batalyon Zeni Tempur 5/Ananta Banyu Wisesa (Yonzipur 5/Abw), dan Batalyon Artileri Pertahanan Udara 1/Purwa Bajra Cakti (Yonarhanud 1/PBC).
Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, mengatakan bahwa barang-barang terlarang yang diamankan dan dimusnahkan merupakan hasil dari operasi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Malaysia serta kegiatan pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2020 hingga 2025.
“Pemusnahan ini mencakup sejumlah barang bukti krusial yang sangat mengancam keamanan sosial dan keamanan negara,” ujar Mayjen TNI Jamallulael, Kamis (18/12/2025) sore.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan meliputi narkotika jenis sabu seberat 30.321,4 gram atau sekitar 30,3 kilogram, 41 butir pil ekstasi dengan berat bruto 39,2 gram, serta 1.173 pucuk senjata api rakitan. Dari jumlah senjata tersebut, terdiri atas 1.084 pucuk senjata laras panjang dan 89 pucuk pistol rakitan.
Menurut Pangdam, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman narkotika dan peredaran senjata api ilegal yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban.
“Negara tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pengedar narkotika maupun kepemilikan senjata api ilegal. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba dan senjata api ilegal, khususnya di wilayah perbatasan.
“Kami mengharapkan dukungan semua pihak agar upaya pencegahan dan penindakan ini dapat berjalan lebih optimal demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat,” pungkas Pangdam XII/Tanjungpura.[SK]