![]() |
| Bupati Sujiwo meninjau ruas Jalan Poros Ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Mandor B dan Desa Sungai Enau di Kecamatan Kuala Mandor B.SUARANUSANTARA/SK |
Menurut Sujiwo, panjang ruas jalan dari Mega Timur hingga Sungai Enau mencapai lebih dari 40 kilometer. Sementara untuk segmen dari Kuala Mandor B menuju Sungai Enau masih tersisa sekitar 15 kilometer yang belum rampung.
“Pembangunan ruas jalan ini akan berdampak besar terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, terutama bagi desa-desa seperti Retok, Padi Jaya, Kubu Padi, dan Sungai Enau,” ujar Sujiwo, Rabu (22/10/2025).
Bupati menargetkan dalam tiga tahun ke depan akses jalan menuju Sungai Enau sudah bisa tersambung sepenuhnya sehingga masyarakat di empat desa tersebut dapat menikmati manfaatnya. Ia juga memastikan bahwa proyek ini akan menjadi bagian dari prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Infrastruktur tahun 2026.
“Insyaallah tahun depan kita lanjutkan pembangunan jalan poros dari Kuala Mandor B ke Sungai Enau. Pak Kadis PU sudah saya minta untuk memasukkannya dalam perencanaan tahun depan. Untuk ruas yang hampir tuntas di Kuala Mandor B, hanya dibutuhkan pemeliharaan rutin,” jelasnya.
Sujiwo menambahkan, pembangunan jalan poros dilakukan dengan spesifikasi menengah agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan seluruh desa. Ia menekankan, pembatasan tonase kendaraan menjadi langkah penting menjaga daya tahan jalan.
“Kalau jalannya high spec, mungkin bisa dilalui kendaraan 20 ton. Tapi karena kita ingin keadilan pembangunan bagi semua wilayah, kita pakai spek medium. Artinya tonase kendaraan harus dibatasi maksimal enam ton,” tegasnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang sudah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Jalan ini dibangun untuk mendukung mobilitas warga, termasuk akses hasil pertanian. Jadi, mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama. Pembangunan ini bertahap, tapi terencana dan berkeadilan,” tutupnya.
Berita ini menegaskan keseriusan Pemkab Kubu Raya dalam membangun akses jalan strategis demi memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar ekonomi desa, dan menghapus keterisolasian di pedalaman Kuala Mandor B.[SK]
