| Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Romo Raden Muhammad Syafi’i, tiba di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (1/10/2026) siang. SUARANUSANTARA/SK |
Wamenag RI hadir bersama Ketua Umum PP FAHMI UMMI, Maya Suhasni Siregar. Rombongan disambut Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Kalbar, H. Rohadi, bersama istri, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Mukhlis, bersama istri, di Bandar Udara Singkawang.
Rohadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamenag RI ke Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang. Menurutnya, kehadiran pimpinan Kementerian Agama di daerah menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kehadiran Bapak Wamenag RI di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Singkawang, tentu menjadi kehormatan dan kebahagiaan bagi kami. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan sinergi dalam menghadirkan program-program keagamaan dan pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rohadi.
Ia menambahkan, Kemenag Kalbar menyambut baik kiprah FAHMI UMMI dalam memperkuat peran perempuan, ketahanan keluarga, serta kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial dan keumatan.
Menurut Rohadi, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, terutama di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, serta pembangunan keluarga.
Kunjungan Wamenag RI bersama Ketua Umum PP FAHMI UMMI ke Kota Singkawang merupakan bagian dari rangkaian agenda organisasi tersebut di Kalimantan Barat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penguatan peran Muslimah dalam berbagai bidang, mulai dari keagamaan, sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.
Kemenag Kalbar berkomitmen menjaga komunikasi serta membangun kerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan keagamaan di daerah. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan umat dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Kalimantan Barat. [SK]