– Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Norsan, secara resmi membuka Operasi Pasar/Pasar Murah di Pasar Teratai, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga memadati lokasi dan rela mengantre sebelum pasar murah resmi dibuka. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur disediakan dengan harga di bawah harga pasar.
Erlina Norsan mengatakan, pasar murah merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama TP PKK terhadap kondisi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan inflasi daerah.
“Tujuan daripada kegiatan ini tidak lain untuk membantu meringankan beban masyarakat dan menstabilkan harga kebutuhan pokok. Manfaatkan pasar murah ini dengan bijak. Beli sesuai kebutuhan agar semua warga bisa merasakan manfaatnya,” ujar Erlina.
Menurutnya, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi TP PKK Provinsi Kalimantan Barat dengan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Kalbar serta perusahaan daerah.
Erlina menyebutkan, pasar murah menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diperingati pada 17 Agustus 2026.
“Saya hadir di sini sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, dan ikut juga dalam kegiatan Pasar Murah. Kegiatan Pasar Murah ini diadakan dalam menyambut 17 Agustus tahun 2026 yang ke-81 tahun. Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kalimantan Barat dapat merasakan manfaat,” katanya.
Ia menambahkan, stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjadi bagian penting dalam pengendalian inflasi. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai langkah yang dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini adalah salah satu daripada untuk penekanan inflasi dengan meningkatkan daya beli masyarakat,” jelasnya.
Erlina juga mengingatkan bahwa pengendalian inflasi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita jaga semangat kemerdekaan dengan saling membantu dan gotong royong,” ajaknya.
Lebih lanjut, Erlina mengungkapkan bahwa pelaksanaan pasar murah tidak hanya dipusatkan di Kota Pontianak. Program tersebut akan dilaksanakan secara serentak di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
“Sebagaimana diketahui kegiatan ini dilaksanakan di 14 kabupaten/kota di se-Kalimantan Barat dan hari ini adalah launching pertama pasar murah,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran pasar murah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus membantu pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mempertahankan daya beli masyarakat.
“Mudah-mudahan kita semua selalu tetap semangat dalam mengisi pembangunan yang ada di Kalimantan Barat dan tetap menjaga kekompakan, kebersamaan kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Icha (40), mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemprov Kalbar bersama TP PKK. Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok yang ditawarkan cukup membantu masyarakat, terutama ketika harga kebutuhan dapur di pasaran masih relatif tinggi.
“Alhamdulillah ada pasar murah begini. Harga minyak dan beras di pasar mahal dan di sini jauh lebih murah, jadi sangat membantu untuk kebutuhan dapur kami,” kata Icha.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Harapan saya kepada Pemprov Kalbar dan PKK, kegiatan pasar murah seperti ini bisa rutin diadakan, tidak hanya saat menjelang 17-an saja,” pungkasnya.[SK]
