Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lembaga pendidikan dan keagamaan di Kabupaten Landak, Minggu (30/8/2026).
Kunjungan tersebut meliputi Madrasah Awaliyah Sullamul Khairiyah dan Asrama Susteran Misi Fransiskan Santo Antonius di Desa Serimbu, serta Pondok Pesantren Al-Muslimun Ngabang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gema Membangun Desa (GMD) yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menghadirkan pelayanan di tengah masyarakat, tetapi juga melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan lembaga pendidikan dan keagamaan di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Ria Norsan didampingi Bupati Landak dan menyerahkan sejumlah bantuan kepada madrasah, pondok pesantren, serta Asrama Susteran.
Bantuan yang disalurkan di antaranya berupa tas sekolah, buku bacaan, Al-Qur’an, sarung, telur, peralatan elektronik untuk Asrama Susteran, serta bantuan dana operasional.
Ria Norsan mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemprov Kalbar terhadap lembaga pendidikan dan keagamaan yang selama ini memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus.
“Kami berharap bantuan yang diserahkan ini dapat memberikan manfaat dan membantu mendukung kegiatan belajar mengajar,” kata Ria Norsan.
Selain menyerahkan bantuan, Ria Norsan juga meninjau langsung persiapan pembangunan gedung baru di lingkungan Madrasah Awaliyah Sullamul Khairiyah.
Ia berharap pembangunan sarana pendidikan tersebut dapat terus dilanjutkan dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.
“Saya berharap ke depan, baik pemerintah maupun pihak swasta dapat memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan ini. Karena pendidikan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menurut Ria Norsan, pembangunan SDM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
Pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai keimanan, kata dia, harus berjalan beriringan agar generasi yang dihasilkan memiliki kemampuan sekaligus integritas moral.
Karena itu, keberadaan madrasah, pondok pesantren, dan berbagai lembaga pendidikan keagamaan dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan berdaya saing, tetapi juga memiliki karakter serta nilai moral yang kuat.
“Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang berkualitas, bukan hanya dari sisi ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dari sisi karakter, iman dan takwa,” tegasnya.
Ria Norsan menilai investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kalimantan Barat. Dukungan terhadap lembaga pendidikan di daerah, termasuk yang berada di wilayah pedalaman, dinilai penting agar kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas dapat dirasakan secara merata.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan GMD di Kabupaten Landak, Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Ny. Erlina Norsan menghadiri ramah tamah bersama Pemerintah Kabupaten Landak di Pendopo Bupati Landak.
Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Landak beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan dan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan GMD di Kabupaten Landak.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Landak menjadi salah satu faktor penting sehingga seluruh agenda GMD dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Landak yang telah mendukung dan mendampingi kami selama seluruh rangkaian kegiatan. Alhamdulillah, semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus diperkuat, terutama dalam menghadirkan pelayanan publik dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Ria Norsan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen lainnya.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat dan dunia usaha juga sangat diperlukan untuk bersama-sama memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Penguatan pendidikan dan keagamaan diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama membangun generasi Kalimantan Barat yang unggul, memiliki daya saing, sekaligus berkarakter dan berpegang teguh pada nilai moral serta keimanan.[SK]
