Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rubini Mempawah menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan A Gedung C Lantai 3, Rabu (15/7/2026), menjadi ruang dialog terbuka untuk menghimpun berbagai masukan, kritik, dan saran demi perbaikan layanan rumah sakit secara berkelanjutan.
Manajemen RSUD dr. Rubini Mempawah saat menggelar Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 di Aula Pertemuan A Gedung C Lantai 3, Rabu (15/7/2026). SUARANUSANTARA/SK
Forum tersebut dihadiri Dewan Pengawas RSUD dr. Rubini, yakni Kepala Bapperida Kabupaten Mempawah Ami Febrianto dan Kepala DPKAD Kabupaten Mempawah Yusri. Hadir pula perwakilan BPJS Kesehatan, puskesmas, organisasi profesi, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, media massa, serta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD dr. Rubini.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Rubini Mempawah, dr. Riska Susanti, mengatakan Forum Konsultasi Publik merupakan sarana penting untuk membangun komunikasi dua arah antara penyelenggara layanan kesehatan dengan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga sarana evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan standar pelayanan yang telah diterapkan rumah sakit.
“Apabila kita dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, baik sebagai penyelenggara pelayanan publik maupun masyarakat sebagai pengguna layanan, maka kualitas pelayanan rumah sakit akan semakin baik ke depannya,” ujar Riska.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Forum Konsultasi Publik merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012, serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2017, yang mengharuskan setiap penyelenggara pelayanan publik melibatkan masyarakat dalam proses penyelenggaraan layanan.
Dalam paparannya, Riska menyebutkan bahwa forum tersebut memiliki lima tujuan utama, yakni menghimpun aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi, mengevaluasi standar pelayanan yang telah berjalan, menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan, serta memperkuat hubungan dan kepercayaan antara rumah sakit dengan masyarakat.
Selain memaparkan tujuan forum, manajemen RSUD dr. Rubini juga menyampaikan profil layanan rumah sakit beserta standar pelayanan yang diterapkan saat ini. Beberapa layanan yang menjadi fokus pembahasan antara lain pelayanan rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan instalasi farmasi yang selama ini kerap menjadi perhatian masyarakat.
Riska menegaskan seluruh masukan yang disampaikan peserta akan dicatat dan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan rencana aksi peningkatan kualitas pelayanan.
“Forum ini bukan hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga menyamakan persepsi antara penyelenggara pelayanan dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan kesehatan. Dengan komunikasi yang terbuka, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. Rubini semakin meningkat,” katanya.
Suasana forum berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta dari berbagai kalangan menyampaikan sejumlah masukan terkait peningkatan mutu layanan rumah sakit, mulai dari kecepatan pelayanan, keramahan petugas, hingga kepastian pelayanan bagi pasien.
Selain itu, muncul pula usulan penambahan tenaga dokter spesialis pada sejumlah bidang yang masih terbatas agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu.
Peserta juga mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendukung, penguatan fasilitas penunjang medis, penyempurnaan standar pelayanan, pengembangan sistem informasi layanan yang lebih mudah diakses, serta peningkatan kenyamanan bagi pasien dan keluarga selama menjalani proses pengobatan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, dr. Riska Susanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memberikan perhatian dan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUD dr. Rubini.
“Terima kasih atas seluruh masukan, kritik, dan saran yang telah disampaikan. Semua aspirasi ini sangat berarti bagi kami sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan di RSUD dr. Rubini,” ungkapnya.
Ia memastikan hasil Forum Konsultasi Publik akan ditindaklanjuti melalui penyusunan berita acara dan rencana aksi yang terukur sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
“Hasil forum ini akan kami tindak lanjuti melalui penyusunan berita acara dan rencana aksi sebagai bentuk komitmen melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui Forum Konsultasi Publik Tahun 2026, RSUD dr. Rubini Mempawah menegaskan komitmennya untuk terus membangun pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar memenuhi amanat regulasi, forum ini menjadi langkah nyata dalam membangun kolaborasi dan kepercayaan publik demi menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Mempawah.[SK]