Mempawah, Kalbar (Suara Nusantara) – Komitmen memberikan pelayanan kemanusiaan yang profesional terus ditunjukkan Yayasan Relawan Peduli Jongkat (YRPJ). Setelah menerima bantuan satu unit ambulans dari seorang donatur, yayasan tersebut langsung mempersiapkan sumber daya manusianya dengan mengikuti pembelajaran operasional ambulans bersama sopir ambulans Desa Wajok Hilir yang telah berpengalaman bertahun-tahun melayani masyarakat.
Tingkatkan Pelayanan Kemanusiaan, YRPJ Perdalam Pengetahuan Penggunaan Ambulans. SUARANUSANTARA/SK
Langkah ini menjadi bagian dari upaya YRPJ memastikan bahwa ambulans yang dimiliki tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi benar-benar dapat dioperasikan secara aman, tepat, dan sesuai standar pelayanan, sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan maupun pertolongan darurat.
Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para relawan memperoleh materi sekaligus praktik langsung mengenai tata cara pengoperasian ambulans, pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan, teknik berkendara yang aman saat membawa pasien, hingga prosedur penanganan pasien selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Tak hanya aspek teknis, para relawan juga dibekali pemahaman mengenai etika pelayanan kepada pasien dan keluarga, pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.
Sopir ambulans Desa Wajok Hilir, Mahdi, yang menjadi narasumber, membagikan pengalaman selama bertahun-tahun menjalankan tugas kemanusiaan. Berbagai kisah penanganan pasien rujukan, evakuasi korban kecelakaan, hingga pelayanan kesehatan di berbagai kondisi menjadi pembelajaran berharga bagi para relawan.
Bagi YRPJ, pengalaman lapangan merupakan bekal penting yang tidak selalu diperoleh melalui teori. Karena itu, belajar langsung dari praktisi dinilai menjadi cara efektif untuk meningkatkan kompetensi relawan sebelum ambulans mulai dioperasikan melayani masyarakat.
Ketua Yayasan Relawan Peduli Jongkat (YRPJ), Susanto Tan, mengatakan pihaknya sengaja memilih belajar kepada sopir ambulans Desa Wajok Hilir karena memiliki pengalaman panjang dan pemahaman yang mendalam mengenai pelayanan ambulans.
Menurutnya, pengalaman praktis sangat penting untuk melengkapi pengetahuan para relawan agar siap menghadapi berbagai situasi ketika menjalankan tugas kemanusiaan.
"Kami baru saja menerima bantuan satu unit ambulans dari seorang donatur. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami ingin memastikan ambulans ini nantinya dioperasikan dengan baik dan benar. Karena itu, kami memilih belajar langsung kepada sopir ambulans Desa Wajok Hilir yang sudah berpengalaman agar relawan kami memperoleh ilmu dan wawasan yang lebih lengkap," ujar Susanto Tan kepada Suara Kalbar, Senin (29/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kemauan untuk belajar dari pihak yang lebih berpengalaman merupakan wujud kerendahan hati sekaligus komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tidak ada batasan dalam menimba ilmu selama pengalaman tersebut membawa manfaat bagi sesama.
"Kami tidak malu untuk belajar. Justru kami ingin memastikan bahwa sebelum ambulans ini digunakan untuk melayani masyarakat, para relawan sudah memahami cara pengoperasian kendaraan, prosedur keselamatan, hingga tata cara melayani pasien dengan baik. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat," katanya.
Susanto Tan juga menyampaikan apresiasi kepada Mahdi yang telah bersedia meluangkan waktu berbagi ilmu dan pengalaman kepada para relawan YRPJ.
Ia menilai semangat berbagi pengetahuan merupakan bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang perlu terus dipupuk agar kualitas pelayanan sosial di tengah masyarakat semakin baik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada sopir ambulans Desa Wajok Hilir yang dengan tulus bersedia membimbing dan membagikan pengalaman kepada kami. Ilmu yang diberikan sangat berarti bagi relawan YRPJ dan akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan ke depan," ungkapnya.
Ke depan, YRPJ berharap ambulans yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat, baik dalam pelayanan rujukan pasien, penanganan kondisi darurat, maupun berbagai kegiatan sosial lainnya.
Dengan bekal pengetahuan yang terus ditingkatkan, YRPJ optimistis mampu menghadirkan layanan ambulans yang profesional, cepat, aman, dan humanis.
"Harapan kami, ambulans ini benar-benar menjadi kendaraan kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus belajar, terus meningkatkan kemampuan relawan, dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar pelayanan yang kami berikan semakin baik. Semua ini kami lakukan demi kepentingan masyarakat yang membutuhkan pertolongan," tutup Susanto Tan.
Melalui langkah tersebut, Yayasan Relawan Peduli Jongkat menunjukkan bahwa profesionalisme dalam pelayanan kemanusiaan tidak hanya ditunjang oleh ketersediaan sarana, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, dan memiliki semangat belajar. Dengan mengedepankan kolaborasi serta peningkatan kapasitas relawan, YRPJ berharap kehadiran ambulans baru dapat menjadi harapan bagi masyarakat Kabupaten Mempawah yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan pertolongan darurat secara cepat dan berkualitas.[SK]