![]() |
| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Gang Tamang I Pontianak Barat.SUARANUSANTARA/SK |
Saat peristiwa terjadi, Herlena tidak berada di rumah karena sedang bekerja. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari warga. Namun saat tiba di lokasi, rumahnya sudah rata dengan tanah.
“Saat saya diberi kabar dan pulang ke rumah, semuanya sudah habis. Tidak ada yang bisa diselamatkan, termasuk barang-barang berharga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca usai menerima bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, Rabu (25/3/2026).
Meski kehilangan harta benda, Herlena bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat. Saat kejadian, terdapat empat orang di dalam rumah, termasuk ibunya yang berusia sekitar 90 tahun.
Namun, trauma mendalam masih dirasakan, terutama oleh anaknya yang berada di dalam kamar saat api mulai muncul. Herlena pun berusaha menguatkan sang anak agar tidak menyalahkan diri sendiri.
“Saya masih merasa sesak dan belum bisa melupakan kejadian itu. Saya sudah tinggal di rumah itu sejak kecil, sekarang semuanya hilang,” lirihnya.
Kini, Herlena bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah keponakan. Seluruh dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga kartu pensiun milik ibunya turut hangus terbakar. Bahkan, pakaian yang tersisa hanya yang dikenakan saat kejadian.
Ia menduga kebakaran dipicu korsleting listrik dari kamar anaknya, yang kemudian diperparah oleh keberadaan barang mudah terbakar seperti gas dan kendaraan di sekitar rumah.
“Kita harus lebih waspada, terutama dengan kabel-kabel yang sudah tidak layak. Ini jadi pelajaran bagi kami semua,” ujarnya.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Herlena berharap adanya bantuan lanjutan dari pemerintah, khususnya program bedah rumah, agar keluarganya bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah kota. Kami tidak mampu membangun rumah sendiri,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar.
“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan tidak melebihi kapasitas. Banyak kebakaran dipicu korsleting akibat kabel tidak standar atau penggunaan stop kontak berlebihan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan kompor gas dan sumber api lainnya, khususnya di kawasan permukiman padat yang rawan menyebabkan api cepat merembet.
Pemerintah Kota Pontianak telah menyalurkan bantuan darurat melalui Dinas Sosial, BPBD, dan PMI berupa perlengkapan tidur, selimut, serta makanan siap saji untuk kebutuhan beberapa hari ke depan.
Ke depan, pemerintah juga akan melakukan pendataan untuk program perbaikan atau bedah rumah bagi warga terdampak, serta memfasilitasi pengurusan ulang dokumen penting yang terbakar.
“Sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing,” pungkasnya.[SK]
.jpeg)