![]() |
| Korban Kecelakaan mobil MBG di Kec, Simpang Hilir, Kab. Kayong Utara.SUARANUSANTARA/SK |
Kecelakaan tersebut melibatkan pengendara motor bernama Mantep (53), warga Dusun Sinar Selatan, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir. Korban sempat dilarikan ke UPT Puskesmas Teluk Melano sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ketapang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Akibat insiden itu, sebanyak 107 porsi makanan MBG yang sedianya akan dikirim ke sekolah tujuan gagal terdistribusi sesuai jadwal.
Sopir mobil MBG, Yuda Febriandi, menceritakan kronologi kejadian saat dirinya tengah dalam perjalanan mengantarkan makanan ke SDN 33 Simpang Hilir, sekolah terakhir dalam daftar distribusi hari itu.
“Kami berangkat sekitar pukul 09.30 WIB. Saat hendak belok ke gang menuju sekolah, saya sudah menyalakan lampu sein kanan. Tiba-tiba motor yang dikendarai bapak itu datang dari belakang dan menyerempet bagian kanan mobil,” jelas Yuda kepada wartawan.
Menurut Yuda, bagian yang menyenggol mobil bukanlah sepeda motornya langsung, melainkan keranjang berisi getah karet yang dibawa oleh korban.
“Saya panik waktu itu. Untung warga cepat datang membantu dan membawa bapak itu ke Puskesmas Teluk Melano pakai mobil MBG,” tambahnya.
Kapolsek Simpang Hilir, AKP Dede, membenarkan adanya insiden tersebut dan menjelaskan bahwa penanganan awal dilakukan oleh Polsek Simpang Hilir sebelum dilimpahkan ke Satlantas Polres Kayong Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, memang ada kejadian itu. Kronologi sesuai keterangan sopir. Untuk proses selanjutnya ditangani Satlantas Polres Kayong Utara,” ujarnya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, peristiwa tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak korban dengan pihak mitra dapur MBG.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dasar di wilayah pedesaan Kalimantan Barat.[SK]
