Bantuan yang berasal dari Rumah Zakat dan disalurkan melalui BPAW tersebut diterima Ketua RT 03 RW 02 Dusun Mambo, Saleh. Penyaluran sarana pemadam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat merembet hingga ke permukiman warga.
Ketua BPAW, Diko Eno, mengatakan bantuan selang pemadam tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap masyarakat agar memiliki sarana yang dapat digunakan untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
“Selang ini merupakan bantuan dari Rumah Zakat yang disalurkan melalui BPAW untuk kemudian kami berikan kepada masyarakat. Kami langsung berkoordinasi bersama Pak Kapolsek untuk menyerahkan bantuan ini dan Pak Kapolsek Jongkat mendukung serta bersama-sama kami ke lokasi,” ujar Diko.
Menurutnya, keberadaan sarana pemadam di lingkungan masyarakat sangat penting, terutama ketika terjadi karhutla yang berpotensi meluas dan mengancam permukiman. Dengan peralatan yang tersedia di sekitar warga, penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat sehingga api diharapkan tidak mudah merembet ke rumah penduduk.
“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu warga, khususnya dalam mengantisipasi apabila terjadi karhutla yang berpotensi merembet ke pemukiman,” katanya.
Diko mengakui BPAW sebagai organisasi relawan yang bergerak di lapangan masih membutuhkan berbagai peralatan untuk menunjang kegiatan operasional, baik dalam penanganan kebakaran maupun misi kemanusiaan lainnya.
Meski demikian, kebutuhan tersebut tidak mengurangi kepedulian BPAW terhadap masyarakat. Menurut Diko, kegiatan sosial harus tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dan semangat saling membantu tanpa memandang latar belakang, organisasi maupun kepentingan tertentu.
“Memang saat ini kami di BPAW sendiri masih membutuhkan berbagai peralatan untuk menunjang operasional kami di lapangan. Tapi ini kembali lagi tentang rasa kemanusiaan, di mana masih ada saudara-saudara kita yang perlu kita bantu,” ujarnya.
“Intinya, dalam urusan sosial ini kita sama-sama saling membantu tanpa memandang apa pun. Ketika ada saudara kita yang membutuhkan dan kita masih bisa membantu, ya kita bantu. Tidak melihat latar belakang, organisasi ataupun kepentingan lainnya,” sambung Diko.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rumah Zakat atas dukungan yang diberikan melalui bantuan sarana pemadam tersebut. Diko berharap kolaborasi antara lembaga sosial, relawan, pemerintah, kepolisian dan masyarakat dapat terus terbangun dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Sementara itu, Kapolsek Jongkat, Ipda Dwi Febrie Andika, S.H., M.H., mengapresiasi langkah BPAW yang telah memfasilitasi pengadaan selang pemadam untuk masyarakat Dusun Mambo.
“Terima kasih rekan-rekan relawan BPAW yang telah memfasilitasi pengadaan selang untuk masyarakat Dusun Mambo. Apresiasi untuk Ketua RT yang sudah aktif dalam kegiatan sosial terutama penanganan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Dusun Mambo sebagai antisipasi merembes ke pemukiman warga,” ujar Dwi Febrie.
Menurutnya, ketersediaan sarana pemadam di tengah masyarakat dapat membantu mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk melakukan pemadaman awal secara lebih maksimal sebelum api meluas.
“Semoga dengan bantuan selang pemadam, pemadaman dapat lebih maksimal, semoga selalu bermanfaat,” ucapnya.
Ketua RT 03 RW 02 Dusun Mambo, Saleh, turut menyampaikan terima kasih kepada BPAW yang telah menyalurkan bantuan selang pemadam kepada masyarakat di wilayahnya.
“Saya secara pribadi mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada BPAW Wajok Hilir yang telah ikut memberikan partisipasi berupa selang pemadam kebakaran. Semoga segala kebaikan, khusus kawan BPAW mendapatkan keberkahan,” ungkap Saleh.
Saleh juga mengapresiasi perhatian berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran relawan, kepolisian dan unsur pemerintah menunjukkan adanya dukungan terhadap masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman.
“Alhamdulillah dapat kunjungan dari BPAW Wajok Hilir dan dari tim kecamatan beserta Bapak Kapolsek Jongkat dan Bhabinkamtibmas dan turut hadir juga dari Brimob Mabes Polri,” terangnya.
Ia mengatakan masyarakat sebenarnya telah memiliki mesin pemadam, namun kondisi selang yang sebelumnya digunakan sudah tidak memungkinkan untuk mendukung pemadaman secara optimal.
“Kita ini mesin sudah ada, bahkan selang pun ada tapi selang kita kondisinya sudah tak memungkinkan, alhamdulillah dengan bantuan ini kita pun terbantu sekali,” sambung Saleh.
Bantuan selang tersebut kini menjadi tambahan sarana bagi masyarakat Dusun Mambo untuk mendukung penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Kolaborasi antara masyarakat, relawan, kepolisian, pemerintah dan lembaga sosial diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla dan mencegah api meluas hingga ke permukiman warga.[SK]