Kubu Raya, Kalbar (Suara Nusantara) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026)..jpg)
Prabowo Tinjau Karhutla di Arang Limbung, Warga Berharap Asap Segera Berakhir. SUARANUSANTARA/SK
Kunjungan tersebut dilakukan di tengah kondisi kebakaran yang belum sepenuhnya tertangani dan kualitas udara Pontianak serta sejumlah wilayah sekitarnya yang memburuk akibat paparan asap karhutla.
Presiden Prabowo tiba di lokasi didampingi Kapolri, Panglima TNI, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat. Kehadiran Presiden menjadi perhatian warga yang selama beberapa hari terakhir terdampak langsung asap dari kebakaran lahan.
Saat berada di lokasi, Prabowo melihat secara langsung kondisi lahan yang terbakar. Presiden juga meninjau sistem kerja sejumlah mesin dan peralatan pemadam yang disiapkan untuk menangani kebakaran.
Kondisi udara di Pontianak dan sekitarnya turut menjadi perhatian. Berdasarkan data pantauan IQAir melalui stasiun Greenpeace Indonesia (GP_PNK), indeks kualitas udara tercatat berada di angka 272 AQI US dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 197,0 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”.
Data riwayat harian IQAir juga mencatat kualitas udara di wilayah tersebut sempat memburuk hingga mencapai 274 AQI US.
Kebakaran di Desa Arang Limbung sendiri disebut warga telah berlangsung selama sekitar dua pekan. Meski upaya pemadaman telah dilakukan, api masih kembali muncul di sejumlah titik setelah sempat padam.
Kanda Abdul Rojak, salah seorang warga Desa Arang Limbung, mengatakan kebakaran di kawasan tersebut belum sepenuhnya berhasil ditangani.
“Kebakaran sudah 2 minggu. Belum padam (api kebakaran). Kemarin ada padam sebentar, kemudian hidup lagi,” ujar Abdul.
Menurutnya, asap tebal yang ditimbulkan karhutla juga mulai mengganggu aktivitas dan kondisi fisik warga. Salah satu dampak yang dirasakannya adalah mata terasa sakit akibat paparan asap.
“Ya, ada rasa sakit mata juga,” tambahnya.
Abdul berharap kunjungan Presiden Prabowo ke lokasi karhutla dapat membawa solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi kebakaran dan kabut asap.
Ia berharap penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sehingga kondisi lingkungan dan kehidupan warga kembali normal.
“Bagaimana kampung kami lebih baik lagi daripada yang sebelumnya. Harapannya bisa tertanggulangi secepatnya. Tidak asap ini mengganggu masyarakat juga,” harapnya.
Kehadiran Presiden di lokasi karhutla diharapkan semakin memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, sekaligus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan dari dampak kebakaran dan memburuknya kualitas udara.[SK]